Kumparan Logo

6 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Menjemur Bayi Baru Lahir

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menjemur Bayi  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Menjemur Bayi Foto: Shutterstock

Menjemur bayi baru lahir biasanya jadi salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh orang tua. Ya Moms, itu karena sinar matahari pagi memiliki banyak manfaat untuk kesehatan bayi.

Salah satunya adalah sumber vitamin D yang sangat baik untuk pembentukan tulang bayi. Tak hanya itu, rasa hangat yang didapat dari sinar matahari juga dipercaya dapat mengencerkan dahak, pilek, serta mencegah maupun mengatasi bayi kuning.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), terpapar sinar matahari selama 5-15 menit dalam 2-3 kali seminggu dapat membuat tubuh mampu menyimpan vitamin D dalam jumlah yang tinggi. Namun, orang tua harus tahu bahwa ketahanan tubuh bayi berbeda dengan orang dewasa, Moms. Ya, sistem regulasi suhu tubuh bayi belum bekerja secara optimal layaknya orang dewasa.

Oleh sebab itu, Dokter Spesialis Anak, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, SpA, dalam laman resmi miliknya, Klinik dr. Tiwi menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menjemur bayi baru lahir. Berikut penjelasannya.

  1. Waktu yang tepat

Bayi baru lahir cenderung memiliki kondisi kulit yang sensitif, Moms. Sehingga Anda perlu mengetahui waktu yang pas untuk menjemur bayi Anda. Dokter Tiwi menyarankan Anda menjemur bayi di antara jam 7-9 pagi. Sebab, suhu panas akan meningkat pada jam 10 pagi dan itu justru tidak baik untuk kesehatan si kecil.

  1. Pakaikan baju tipis

Ilustrasi menjemur bayi. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Seluruh tubuh bayi, termasuk bagian dada dan punggung sebaiknya mendapatkan sinar matahari dengan intensitas yang sama. Jadi, biarkan kulit si kecil terpapar sinar matahari ya, Moms.

Meski begitu, bukan berarti bayi dijemur dalam kondisi telanjang bulat. Anda tetap perlu memakaikannya baju tipis, seperti kaus dalam dan popok. Saat hendak menjemur, jangan lupa untuk tetap selalu melindungi mata bayi Anda demi mencegah adanya risiko gangguan penglihatan.

  1. Lokasi yang tepat

Menjemur bayi tak harus dibawa ke udara terbuka, Moms. Anda sebenarnya bisa menjemur bayi di dalam ruangan. Misalnya saja, Anda membawanya si kecil dekat jendela yang terbuka atau menggendongnya dalam ruangan yang terpapar sinar matahari langsung.

  1. Perlakukan khusus bayi prematur

Ilustrasi menjemur bayi. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Untuk bayi prematur, sebaiknya hindari paparan sinar matahari di minggu-minggu awal kelahirannya. Sebab, bayi prematur cenderung belum dapat menyesuaikan suhu tubuh dengan suhu hangat yang berasal dari sinar matahari.

Anda pun dapat berkonsultasi ke dokter terkait untuk memastikan kapan waktu yang tepat untuk menjemur si kecil. Hal itu karena, bayi prematur butuh waktu lebih lama untuk mempertahankan suhu tubuh agar stabil.

  1. Kulit sensitif

Jika bayi Anda memiliki kulit yang sensitif, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum menjemur si kecil. Hal ini bermanfaat untuk mencegah kulit bayi kering, ruam, terkelupas, dan iritasi.

  1. Periksa suhu tubuh

Bayi yang suhu tubuhnya meningkat saat dijemur, perlu Anda waspadai, Moms. Sebab, fungsi otak dan tubuh bayi dapat dipengaruhi oleh suhu tinggi. Maka dari itu, jangan terlalu lama menjemur bayi ya!