Kumparan Logo

6 Penyebab Keguguran yang Perlu Diwaspadai Ibu

kumparanMOMverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi keguguran.  (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keguguran. (Foto: Thinkstock)

Keguguran alias miscarriage atau spontaneous abortion adalah gagalnya kehamilan secara spontan sebelum usia kandungan berumur 20 minggu, atau sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Menurut American Pregnancy Association (APA), keguguran menjadi masalah yang kerap dialami 10-25 persen ibu hamil yang kandungannya bermasalah.

Sebagai salah satu langkah pencegahan, Anda perlu mengetahui berbagai pemicu yang bisa menyebabkan keguguran. Lantas, apa saja yang menyebabkan ibu hamil di trimester awal mengalami keguguran?

1. Usia

Semakin tua ibu merencanakan kehamilan, maka semakin tinggi pula risiko ia mengalami keguguran. Hal ini dikarenakan, kondisi fisik ibu yang menurun akibat bertambahnya usia.

2. Kelainan Genetik

Ilustrasi hasil USG ibu hamil. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi hasil USG ibu hamil. (Foto: Thinkstock)

Kondisi gen pada janin bergantung pada kondisi gen kedua orang tua. Bila terdapat kelainan kromosom pada orang tua dan diturunkan pada janin, maka janin pun berisiko memiliki kelainan kromosom.

3. Infeksi

Adanya infeksi yang menyerang alat reproduksi ibu dapat menyebabkan keguguran pada janin. Contoh infeksi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya keguguran adalah rubella dan toksoplasma.

4. Struktur Fisik

Ibu hamil (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ibu hamil (Foto: Thinkstock)

Struktur rahim yang yang tidak normal dan cenderung membahayakan janin, juga bisa meningkatakn risiko terjadinya keguguran.

5. Lingkungan

Bagi ibu yang sedang hamil, sangat penting untuk menjaga lingkungan sekitar agar kehamilannnya tetap sehat. Salah satunya adalah dengan cara menjauhkan diri dari asap rokok.

6. Pernah Keguguran

Ilustrasi janin dalam kandungan. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi janin dalam kandungan. (Foto: Thinkstock)

Ibu yang pernah mengalami keguguran di kehamilan sebelumnya akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami keguguran pada kehamilan berikutnya.