6 Risiko Pakai Sepatu Hak Tinggi saat Hamil
ยทwaktu baca 3 menit

Dengan menggunakan sepatu hak tinggi, beberapa wanita biasanya jadi merasa tampil elegan dan lebih percaya diri. Namun, menggunakan sepatu hak tinggi saat hamil sebenarnya kurang disarankan, Moms.
Mengutip MomJunction, dokter biasanya tidak menyarankan ibu hamil mengenakan sepatu hak tinggi karena selama kehamilan Anda akan mengalami perubahan bentuk tubuh. Mulai dari berat badan, bahkan otot dan ligamen pun mengalami perubahan yang dapat berdampak pada keseimbangan tubuh selama hamil.
Tak hanya itu, terlalu sering menggunakan sepatu hak tinggi juga bisa menambah rasa tidak nyaman dan rasa sakit pada ibu hamil. Selain itu, apa lagi risiko yang bisa dialami ibu hamil apabila mengenakan sepatu hak tinggi atau high heels?
Risiko Pakai Sepatu Hak Tinggi saat Hamil
1. Kram Betis
Saat bepergian dalam waktu lama dengan sepatu hak, otot betis Anda akan berada dalam posisi berkontraksi. Hal ini dapat menyebabkan kram pada otot.
2. Sakit Punggung
Tumit bisa membantu mengubah postur tubuh dan membuat punggung wanita menjadi lebih tegas. Hal ini terjadi karena mengenakan sepatu hak tinggi mengarahkan otot panggul Anda cenderung akan membungkuk ke depan.
Namun, kenaikan berat badan selama kehamilan akan membuat postur tubuh saat berdiri maupun berjalan menjadi lebih banyak mendapat tekanan. Kehamilan juga bisa mengendurkan ligamen kaki dan punggung bagian bawah. Karena tumit memberikan banyak tekanan pada punggung dan daerah panggul, ligamen tak akan mampu menopangnya lalu akhirnya menyebabkan rasa sakit di punggung.
3. Kurang Keseimbangan
Kekuatan di bagian pergelangan kaki cenderung akan berkurang karena kenaikan berat badan dan perubahan hormonal dalam tubuh saat hamil. Saat mengenakan sepatu hak tinggi, ada kemungkinan Anda bisa kehilangan keseimbangan lalu terjatuh, yang akhirnya bisa berdampak pada ibu dan janinnya.
4. Kaki Bengkak
Pembengkakan di kaki cukup umum selama kehamilan. Dan masalah ini bisa semakin buruk apabila Anda memaksakan diri mengenakan high heels selama hamil. Menggunakan sepatu hak tinggi saat kaki bengkak hanya akan memperparah rasa sakit. Selain itu, muncul juga risiko cairan menumpuk di area kaki.
5. Otot Meregang
Sama seperti punggung dan perut, ligamen di pergelangan kaki dan betis juga bisa mengendur karena perubahan hormon selama kehamilan. Hal inilah yang menyebabkan terjadi peregangan otot di kaki.
6. Keguguran
Wanita hamil yang sering memakai sepatu hak tinggi juga lebih berisiko mengalami jatuh atau trauma. Jika mengalami luka yang cukup parah, ibu pun berisiko mengalami keguguran.
Tips Aman Pakai Sepatu Hak Tinggi saat Hamil
Nah Moms, terlepas dari risikonya, Anda sebenarnya tetap bisa mengenakan sepatu hak tinggi sesekali saat bepergian. Namun pastikan keamanannya dengan memerhatikan beberapa hal ini, seperti dikutip dari Parenting Firstcry:
Pakailah sepatu hak tinggi pada trimester pertama, karena pada trimester kedua dan ketiga lebih berisiko pada kesehatan ibu dan janin.
Kenakan sepatu hak yang lebih pendek dan kuat agar lebih nyaman berjalan.
Hindari memakai stiletto atau sepatu dengan tumit tipis dan runcing. Lebih baik memilih heels atau wedges yang memberikan keseimbangan lebih baik pada tubuh Anda.
Investasikan pada sepatu yang bagus. Sepatu yang lebih murah biasanya tidak kokoh dan tumitnya bisa cedera kapan saja, terutama jika terlalu banyak menahan beban. Oleh karena itu, berinvestasilah untuk membeli sepasang sepatu hak yang bagus jika ingin memakainya selama kehamilan.
Jangan berdiri atau berjalan terlalu lama. Beristirahatlah dan cobalah untuk duduk sebanyak mungkin.
Belilah sepatu dengan ukuran pas dengan nyaman.
Jangan memakai sepatu hak setiap hari. Sepatu flat adalah pilihan yang lebih baik untuk penggunaan sehari-hari.
Jika Anda merasa tidak nyaman saat mengenakan sepatu hak, coba latihan peregangan untuk meregangkan betis dan pergelangan kaki. Anda juga dapat memijat kaki dengan lembut untuk menghilangkan rasa sakit.
Jangan memakai sepatu hak selama lebih dari dua jam berturut-turut.
