6 Stereotip Salah tentang Ibu Bekerja

7 Desember 2022 17:05
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Stereotip Salah tentang Ibu Bekerja. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Stereotip Salah tentang Ibu Bekerja. Foto: Shutterstock
Menjadi seorang ibu dan wanita bekerja bukanlah hal yang mudah dilakukan. Di tambah lagi, tidak jarang ibu bekerja mendapat berbagai omongan atau stereotip negatif dari orang di sekitarnya.
Ya Moms, tak hanya ibu rumah tangga, ibu bekerja juga harus menghadapi berbagai tantangan yang tidak mudah dijalani. Belum lagi adanya omongan-omongan orang lain yang menilai seorang ibu yang bekerja di kantor tidak dapat mengurus rumah tangganya dengan baik. Benarkah?
Apa lagi ya anggapan yang salah tentang ibu bekerja? Berikut dirangkum dari laman Motherly.

Berbagai Stereotip Salah tentang Ibu Bekerja

Ilustrasi Ibu Bekerja dengan Anak Perempuannya. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ibu Bekerja dengan Anak Perempuannya. Foto: Shutterstock
1. Tidak Bisa Punya Waktu dengan Keluarga
Ini merupakan stereotip paling umum didengar oleh para ibu bekerja. Padahal, dalam 24 jam sehari, seorang ibu bisa tetap memiliki waktu untuk bersama keluarganya. Asal pintar membagi waktu, Anda tetap bisa kok bermain bersama anak-anak di rumah sebelum atau setelah bekerja, atau pergi kencan dengan suami saat sama-sama pulang kerja.
2. Tidak Bisa Diandalkan
Karena fokus pada pekerjaan, seorang ibu bekerja bisa dianggap tidak andal mengerjakan urusan rumah tangga. Padahal, ibu bekerja sehari-hari bisa jadi yang bangun lebih pagi untuk menyiapkan sarapan atau mencuci baju, kemudian membangunkan anak-anak, bekerja hingga sore hari, lalu baru beristirahat dan bermain dengan anak di malam hari. Wanita yang bisa memisahkan pekerjaan dengan kehidupan pribadi juga bisa diandalkan, kan?
3. Menghindari Urusan Rumah Tangga
Ada anggapan bahwa ibu yang pergi bekerja ke kantor karena berusaha menghindari mencuci baju, menyapu dan mengepel, atau memasak? Tetapi, pekerjaan di tempat kerja juga bisa sama sibuk dan padatnya. Jadi bila ada yang menyebut Anda bekerja karena ingin leha-leha di kantor, tepis langsung omongan tersebut!
Ilustrasi ibu yang sedang bekerja di rumah. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu yang sedang bekerja di rumah. Foto: Shutterstock
4. Sedang Coba Buktikan Sesuatu
Para ibu bekerja, benar enggak sih Anda sedang membanggakan diri karena merasa bisa menjalani karier dan peran sebagai ibu? Sebenarnya tidak perlu muncul anggapan seperti itu, Moms. Karena menjadi ibu rumah tangga atau pun ibu bekerja sama kerennya, kok. Apa pun yang melatarbelakangi, menjalani peran sebagai ibu adalah hal mulia jika dijalani dengan baik dan ikhlas.
5. Mencemooh Ibu Rumah Tangga
Beberapa orang beranggapan keluarganya lebih bahagia ketika sang ibu tinggal di rumah. Namun ada juga yang percaya memiliki pekerjaan lebih baik karena sama-sama punya penghasilan bersama suami. Kedua posisi ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan akan selalu merasa pekerjaannya begitu menantang. Jadi, mau ibu bekerja atau ibu rumah tangga, tidak ada yang perlu diperdebatkan pada pilihannya itu.
6. Sengsara dan Kesulitan
Tak jarang juga ibu bekerja kerap dianggap akan kesulitan dalam mengerjakan semua pekerjaannya, termasuk mengurus keluarga. Anggapan ini perlu diluruskan karena jika seorang wanita merasa kesulitan, bukan karena statusnya sebagai ibu bekerja. Tetapi karena sang ibu hidup di dalam masyarakat yang kurang memiliki rasa mendukung dan menghargai terhadap perjuangan wanita untuk keluarganya.