Mom
·
11 Februari 2018 17:58

6 Tanda Anak Cacingan

Konten ini diproduksi oleh kumparan
6 Tanda Anak Cacingan (72686)
Gejala anak cacingan. (Foto: Thinkstock )
Infeksi cacing atau cacingan merupakan kondisi yang kerap dialami anak-anak. Perhatikan, misalnya saat anak berjalan dengan bertelanjang kaki di tempat yang terkontaminasi telur cacing maupun mengonsumsi makanan yang juga sudah terkontaminasi cacing. Ini merupakan cara cacing berpindah ke tubuh anak.
ADVERTISEMENT
Cacing yang kemudian tinggal di usus tersebut akan mencuri zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak. Meski tanda terinfeksi cacing ada yang tidak terlihat, berikut tanda yang dapat terlihat dikutip kumparanMom (kumparan.com) dari laman Baby Centre:
1. Sakit Perut
Sakit perut merupakan gejala paling umum ketika terjangkit cacingan. Sakit perut karena cacingan biasanya muncul secara berulang-ulang. Meski begitu, sakit pada perut juga bisa menandakan ada masalah pada lambung anak. Konsultasikan ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
2. Sering Meludah
Jika anak sering meludah bisa jadi salah satu gejala anak terkena cacingan. Cacing dalam perut bisa memengaruhi jumlah produksi air liur sehingga membuat anak lebih sering meludah.
ADVERTISEMENT
3. Tubuh Lemas dan Lesu
6 Tanda Anak Cacingan (72687)
Ilustrasi tubuh anak lemas. (Foto: Thinkstock )
Kondisi cacingngan bisa membuat nafsu makan menurun. Berkurangnya nafsu makan, berimbas pada anak jadi merasa lemas dan lesu, sebab tidak ada energi yang masuk ke tubuh. Namun, jika anak justru memiliki nafsu makan yang besar tapi tetap merasa lesu, itu juga menjadi salah satu tanda anak terkena cacingan.
4. Anemia
6 Tanda Anak Cacingan (72688)
Mencegah anemia (Foto: Dok.Pixabay)
Cacing dalam usus menyerap zat besi yang dibutuhkan tubuh dalam memproduksi sel darah merah. Sehingga, apabila anak mengalami cacingan, ia akan sering mengeluh sakit kepala atau pusing karena kekurangan sel darah merah.
5. Gatal di Sekitar Anus
Umumnya terjadi pada malam atau pagi hari. Kondisi ini akibat cacing jenis kremi akan bertelur saat mencapai anus, sehingga mengakibatkan gatal serta iritasi di area sekitar anus.
ADVERTISEMENT
6. Susah tidur
Ketika area sekitar anus anak terasa gatal, sakit perut, dan anemia, tentu saja ini menyebabkan si kecil jadi susah tidur.