Kumparan Logo

6 Tanda Anak Stunting

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak stunting, masih menjadi ancaman kesehatan nasional Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Anak stunting, masih menjadi ancaman kesehatan nasional Foto: Shutterstock

Anak stunting, masih menjadi ancaman kesehatan nasional dan menjadi salah satu persoalan genting yang perlu segera ditangani di Indonesia. Ya Moms, berdasarkan data WHO pada 2015, prevalensi stunting pada anak di bawah lima tahun di Indonesia merupakan yang tertinggi kedua di antara negara-negara ASEAN.

Begitu juag yang ditunjukkan hasil Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) 2018 yang dilakukan Kemenkes, prevalensi anak stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen. Anak di bawah lima tahun atau balita menjadi sampel riset tersebut. Artinya, sekitar 1 dari 3 balita di Tanah Air menderita stunting.

Kita juga perlu tahu, jika masalah gizi kronis itu terlambat ditangani, akan berdampak hingga si kecil dewasa. Tak hanya bertubuh pendek, anak juga rentan terkena penyakit degeneratif seperti obesitas.

Oleh karena itu, mewaspadai tanda stunting pada anak sangat penting. Lantas, apa saja sebenarnya tanda tersebut? kumparanMOM merangkumnya untuk Anda:

Anak pendek belum tentu stunting Foto: Shutterstock

Tanda Anak Stunting yang perlu Diwaspadai

  1. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), anak dikatakan stunting jika tinggi badan menurut usianya di bawah minus 2 standar deviasi dari median Standar Pertumbuhan Anak WHO.

  2. Pertumbuhan giginya terlambat.

  3. Pertumbuhan tulang terlambat.

  4. Proporsi tubuhnya normal namun anak terlihat lebih muda daripada anak seusianya.

  5. Berat badannya rendah, tapi punya pipi yang chubby atau gembil karena persebaran lemak yang tidak merata

  6. Cenderung punya performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar.

kumparan post embed

Nah Moms, jika Anda mendapati gejala anak stunting tersebut di ataspada si kecil, segeralah bawa anak ke bidan atau dokter. Pemeriksaan bidan atau dokter akan memastikan kondisi anak sekaligus membantu Anda mencari solusi untuk mengatasi masalah ini.