Kumparan Logo

6 Tips Bantu Anak Meningkatkan Nilai di Sekolah

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi orang tua menemani anak belajar. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang tua menemani anak belajar. Foto: Thinkstock

Sekolah umumnya masih menjadikan nilai sebagai acuan dari perkembangan siswa. Ya Moms, siswa yang memiliki nilai bagus umumnya dianggap memahami pelajaran dan mampu mengerjakan tugas dengan baik. Sebaliknya, siswa dengan nilai di bawah standar dianggap kurang mampu memahami pelajaran dan perlu belajar lagi.

Nah Moms, tidak semua anak dapat memenuhi standar nilai tersebut. Anak mungkin memiliki kemampuan yang cukup baik di mata pelajaran tertentu. Namun, bisa jadi ia juga mengalami kesulitan di mata pelajaran yang lain. Hal itu menyebabkan anak mendapatkan nilai yang kurang memuaskan.

Sebagai orang tua, ada beberapa tips yang mungkin bisa Anda coba untuk membantu anak meningkatkan nilainya. Seperti apa itu? Simak penjelasan berikut ini sebagaimana dikutip dari Verywell Family.

Cara untuk Bantu Anak Meningkatkan Nilai di Sekolah

Ilustrasi ibu dan anak berdiskusi tentang nilai di sekolah. Foto: Thinkstock

1. Cari Tahu Apa Penyebabnya

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk membantu anak meningkatkan nilai di sekolah adalah mencari tahu penyebab dari hal itu. Salah satu penyebab yang mungkin adalah anak sedang berjuang secara emosional, seperti sedang menghadapi perundungan atau kewalahan dengan semua tugasnya.

Anda bisa duduk bersama dengan si kecil dan tanyakan apa yang ia alami di sekolah. Ia mungkin tidak akan langsung terbuka, Moms. Oleh karena itu, Anda perlu lebih sabar dan terus tunjukkan bahwa Anda peduli dengan si kecil.

2. Tinjau Tugas Sekolah Bersama

Saat anak punya tugas atau PR, luangkan waktu sejenak untuk meninjau atau review tugas tersebut. Lihat apakah ada jawaban anak yang salah dari pertanyaan tersebut, lalu tanyakan kenapa ia bisa memberikan jawaban yang kurang tepat. Jika masalahnya adalah karena ia belum paham dengan materinya, Anda mungkin bisa berdiskusi dengan guru agar anak bisa mendapatkan penjelasan lebih terkait materi pelajaran tersebut.

3. Diskusi dengan Guru

Ilustrasi orang tua dan anak berdiskusi dengan guru tentang masalah nilai. Foto: Shutter Stock

Jika Anda merasa tidak bisa menghadapi masalah tersebut, Anda mungkin bisa mendiskusiannya pada guru di sekolah, terutama wali kelas. Tanyakan pada guru seperti apa perkembangan anak Anda di sekolah dan masalah apa yang ia hadapi hingga membuat nilainya menurun. Anda mungkin juga bisa mendiskusinya solusinya bersama agar nilai anak bisa meningkat lagi.

4. Tetapkan Ekspektasi yang Wajar

Saat anak berjuang meningkatkan nilainya, hindari memberikan ekspektasi yang berlebihan, Moms. Misalnya saja, saat anak mendapatkan nilai 60, mungkin akan terasa berat baginya jika Anda langsung menuntut si kecil mendapatkan nilai 90. Untuk itu, tetapkan ekspektasi yang wajar agar anak tidak merasa terbebani.

5. Jadikan Suasana Belajar di Rumah yang Menyenangkan

Ilustrasi mendampingi anak belajar. Foto: Shutter Stock

Saat belajar bersama anak di rumah, pastikan suasananya menyenangkan dan membuat si kecil nyaman. Anda mungkin bisa menemaninya, menyediakan makanan ringan, dan memberi pujian kecil saat ia berhasil menyelesaikan tugasnya. Dorongan positif seperti mampu membuat anak lebih termotivasi untuk meningkatkan nilainya.

6. Panggil Guru Privat

Jika diperlukan, Anda mungkin bisa menggunakan jasa guru privat yang profesional untuk membantu anak belajar di rumah. Namun, pastikan anak nyaman dengan guru privat tersebut supaya ia bisa belajar dengan baik ya, Moms.

kumparan post embed