7 Alat Kontrasepsi yang Bisa Jadi Pilihan Ibu Menyusui

5 Agustus 2022 17:01
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Alat Kontrasepsi yang Bisa Jadi Pilihan Ibu Menyusui. Foto: Thinkstock
zoom-in-whitePerbesar
Alat Kontrasepsi yang Bisa Jadi Pilihan Ibu Menyusui. Foto: Thinkstock
ADVERTISEMENT
Menyusui bisa jadi alat kontrasepsi alami, namun hanya jika ibu menyusui eksklusi bayi di 6 bulan pertama. Namun, jika sudah muncul haid, bukan tak mungkin Anda bisa hamil lagi jika tidak memakai pengaman saat berhubungan seks.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, Planned Parenthood melansir, menyusui bisa sama efektifnya dengan menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Namun, metode ini hanya efektif berfungsi sebagai kontrasepsi selama 6 bulan pertama saat menyusui eksklusif atau hingga menstruasi Anda kembali. Setelah itu, Anda harus memilih kontrasepsi hormonal atau non-hormonal jika ingin menunda kehamilan berikutnya.
Nah, ada beragam alat kontrasepsi yang bisa digunakan bagi ibu menyusui. Penggunaannya juga terbilang aman untuk ibu dan bayi. Tentunya, dalam memilih kontrasepsi, Anda perlu mendiskusikan dengan dokter metode mana yang paling cocok dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. Sebab, ada beberapa alat kontrasepsi yang dapat memengaruhi proses menyusui, terutama yang mengandung hormon estrogen.
Berikut adalah beberapa rekomendasi alat kontrasepsi untuk ibu menyusui.
Ilustrasi Ibu menyusui. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Ibu menyusui. Foto: Shutter Stock

Rekomendasi Alat Kontrasepsi Bagi Ibu Menyusui

1. IUD
ADVERTISEMENT
KB IUD (intrauterine device) yang berbentuk seperti huruf T ini dikenal 99 persen efektif dalam mencegah kehamilan. Mengutip Healthline, ada dua jenis IUD yang tersedia, yakni hormonal dan non-hormonal. IUD sendiri tidak akan mengganggu produksi ASI.
2. Pil KB
Pil KB yang aman bagi ibu menyusui adalah pil KB progestin yang hanya mengandung hormon progesteron. Di sisi lain, menggunakan pil KB kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progestin kurang disarankan karena hormon estrogennya dapat mengganggu produksi ASI, Moms.
Ilustrasi ibu yang ingin melakukan KB Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ibu yang ingin melakukan KB Foto: Shutterstock
3. KB Suntik
KB suntik juga bisa menjadi pilihan yang dilakukan dengan menyuntikkan hormon progesteron ke aliran darah untuk mencegah kehamilan. Efektivitasnya pun bisa mencapai 99 persen, lho. Nah, suntik KB pada ibu menyusui perlu dilakukan setiap 3 bulan sekali. KB suntik ini berperan untuk menghambat ovulasi atau pembuahan.
ADVERTISEMENT
4. KB Susuk Implan
KB implan ini dipasang ke tubuh dengan cara ditempatkan di bawah kulit, yakni di lengan atas ibu. Implan sebagai alat kontrasepsi aman digunakan dalam waktu yang lama hingga tiga tahun. Setelah jangka waktu tersebut, Anda harus menggantinya dengan implan yang baru, ya!
5. Diafragma
Alat kontrasepsi diafragma merupakan alat KB non-hormonal yang tidak mengandung hormon sama sekali sehingga penggunaannya aman bagi ibu menyusui. Diafragma berfungsi untuk menutupi bagian serviks untuk menghalangi masuknya sperma. Untuk menggunakan alat KB yang satu ini, Anda harus menunggu setidaknya enam minggu setelah melahirkan.
Ilustrasi Kondom Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kondom Foto: shutterstock
6. Kondom
Kondom merupakan metode kontrasepsi non-hormonal yang paling aman bagi ibu menyusui. Mengingat kondisi vagina lebih kering saat berhubungan seks, sebaiknya Anda juga menggunakan pelumas tambahan. Jangan lupa, pakailah kondom sesuai cara dan anjuran untuk mengurangi peluang kehamilan.
ADVERTISEMENT
7. Steril
Jika Anda sudah memastikan tidak ingin memiliki anak lagi, maka KB steril bisa menjadi pilihan. KB steril dipastikan aman dan 99 persen efektif mencegah kehamilan, serta tingkat kegagalannya sangat rendah. Bagi Anda yang ingin menggunakan KB steril, maka Anda akan menjalani tubektomi atau prosedur pemotongan atau penutupan tuba falopi/saluran indung telur yang menghubungkan ovarium ke rahim.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020