7 Pertanyaan Penting sebelum Memilih Kontrasepsi
ยทwaktu baca 3 menit

Memilih kontrasepsi bukan hanya soal menunda kehamilan, tapi juga tentang kesehatan, kenyamanan, dan gaya hidup kita sehari-hari. Ya Moms, ada banyak pilihan yang tersedia, mulai dari kondom, pil, suntik, hingga IUD.
Nah, agar tidak bingung, ada baiknya Anda menyiapkan pertanyaan-pertanyaan berikut saat berdiskusi dengan dokter. Dilansir Healthline, dengan mendiskusikan beberapa hal ini, Anda bisa lebih yakin dalam menemukan kontrasepsi yang tepat.
Diskusikan Hal Ini dengan Dokter Kandungan sebelum Memilih Kontrasepsi
Kontrasepsi mana yang paling cocok untuk saya?
Meskipun tidak ada metode yang cocok untuk semua orang, dengan menanyakan hal ini, dokter akan mempertimbangkan riwayat kesehatan, usia, dan kebutuhan.
Misalnya, pil kombinasi mungkin kurang aman bagi yang memiliki riwayat penggumpalan darah. Kemudian jika Anda tipe pelupa, dokter akan merekomendasikan IUD karena durasi penggunaannya bisa sampai 5 tahun. Selain itu, jika kondisi Anda mempunyai (PCOS) dan menstruasi tidak teratur, dokter umumnya akan merekomendasikan pil hormonal yang dapat meredakan sindrom pramenstruasi (PMS).
Lebih baik hormonal atau non-hormonal?
Metode hormonal dapat membantu mengatur siklus haid, mengurangi PMS, atau meredakan jerawat. Sementara kontrasepsi non-hormonal, seperti kondom atau IUD tembaga tidak memengaruhi hormon. Tanyakan lebih detail pro dan kontranya yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing agar lebih yakin, Moms.
Kapan kontrasepsi mulai bekerja efektif?
Anda perlu tahu kapan kontrasepsi benar-benar melindungi dari kehamilan. Misalnya, pil progesteron butuh waktu 48 jam, sementara IUD tembaga langsung efektif setelah dipasang.
Berapa lama kontrasepsi ini bertahan?
Setiap metode kontrasepsi punya durasi berbeda. Pil harus dikonsumsi harian, KB suntik umumnya berlaku 3 bulan, sedangkan IUD bisa bertahan hingga 5 tahun ke depan. Informasi ini penting agar Anda bisa merencanakan kehamilan dengan lebih baik.
Apakah ada obat atau suplemen yang bisa mengurangi efektivitasnya?
Beberapa antibiotik dan suplemen herbal dapat menurunkan efektivitas kontrasepsi hormonal. Tanyakan ini agar tidak terjadi kelalaian, Moms.
Apa efek samping yang perlu saya waspadai?
Beberapa efek samping akan terjadi, bisa berupa sakit kepala, perubahan mood, nyeri payudara, hingga risiko serius seperti tekanan darah tinggi atau pembekuan darah. Dengan mengetahui hal ini, Anda jadi Anda lebih siap mengantisipasi efek sampingnya.
Jika saya berhenti, kapan bisa hamil lagi?
Sekitar 83% perempuan dapat hamil dalam 12 bulan setelah berhenti menggunakan kontrasepsi. Namun, kembalinya masa subur sangat bergantung pada siklus ovulasi masing-masing tubuh manusia.
Dengan menanyakan hal-hal di atas, kita bisa lebih bijak dalam memilih kontrasepsi yang sesuai dengan tubuh dan kebutuhan. Ingat, tidak ada metode yang paling sempurna untuk semua orang. Yang ada adalah metode yang paling tepat untuk masing-masing individu.
