kumparan
18 Sep 2019 10:54 WIB

7 Pertimbangan Sebelum Beli Air Purifier untuk Keluarga

Ilustrasi Air Purifier. Foto: Shutter Stock
Akhir-akhir ini, banyak keluarga yang semakin cemas akan kualitas udara yang dihirupnya. Ya, akibat paparan polusi dan asap karena kebakaran hutan dan lahan di sejumlah titik serta kemarau panjang, membuat kualitas udara di Indonesia relatif tidak sehat.
ADVERTISEMENT
Alhasil banyak keluarga yang memilih beraktivitas di dalam rumah agar terlindung dari paparan asap maupun polusi. Meski begitu, udara yang ada di dalam rumah, belum tentu benar-benar bersih dan aman pula.
Terlebih jika Anda tinggal di daerah yang terpapar asap dan tingkat polusi udaranya tinggi. Udara kotor dari luar rumah dapat dengan mudah masuk mengkontaminasi udara bersih di dalam rumah. Tapi jangan khawatir, Anda bisa membersihkan udara di dalam rumah menggunakan air purifier untuk menyaring udara kotor, Moms.
Air purifier adalah suatu alat sebuah alat yang dapat menyaring udara kotor untuk menghasilkan aliran udara bersih. Bila saat ini Anda sedang mencarinya, kumparanMOM merangkum beberapa tips yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli air purifier. Apa saja?
Ilustrasi air purifier. Foto: Shutter Stock
Pilih Sesuai Jenis Kebutuhan
ADVERTISEMENT
Tentukanlah jenis air purifier yang ingin dibeli sesuai dengan kebutuhan keluarga Anda. Di pasaran ada beberapa jenis air purifier di antaranya air purifier yang berfungsi untuk memaksimalkan kebersihan udara dan menghilangkan kuman atau menghilangkan bau, sebagai perlindungan dari alergi, juga perlindungan dari asap. Nah, setelah mengetahui fungsinya, kini sesuaikan tujuan dari air purifier tersebut dengan kebutuhan keluarga Anda.
Memiliki CADR yang Tinggi
CADR adalah kemampuan air purifier memproduksi serta mendistribusikan udara bersih ke seluruh ruangan, Moms. Semakin tinggi nilai CADR, maka semakin banyak udara bersih yang dihasilkan dan semakin cepat intensitas penyaringnya. Standar uji internasional MERV, nilai CADR seharusnya berkisar antara 17-20.
Memiliki Filter HEPA
Pastikan juga air purifier yang Anda pilih memiliki filter HEPA atau high efficiency particulate air. HEPA berfungsi menyaring udara sehingga udara yang disalurkan ke ruangan akan bersih.
ADVERTISEMENT
"Air purifier (dapat) dilihat dari HEPA," ujar dr. Tan Shot Yen kepada kumparanMOM, Selasa (17/9).
dr. Tan juga menyarankan agar air purifier ini sebaiknya digunakan pada malam hari menjelang tidur, agar kualitas udara yang dihirup selagi tidur bisa mempengaruhi kinerja tubuh.
Ilustrasi air purifier. Foto: Shutter Stock
Sesuai dengan Ukuran Ruangan
Pilihlah air purifier yang sesuai dengan luas ruangan yang Anda inginkan, Moms. Karenanya, sebelum membeli ada baiknya untuk mengukur panjang dan lebar area ruangannya terlebih dahulu.
"Sesuaikan dengan ukuran ruangan pula," tambah dr. Tan.
Misalnya Anda ingin menggunakan air purifier di ruangan yang berukuran 6x6. Maka pilihlah air purifier yang dapat membersihkan udara untuk ruangan berukuran 12x12 meter. Hal ini dapat membuat proses pembersihan udara menjadi lebih cepat.
ADVERTISEMENT
Dilengkapi Fitur Humidifying
Sebaiknya pilihlah air purifier yang juga bisa difungsikan sebagai air humidifier, yang merupakan sebuah fitur yang dapat menjaga kelembapan ideal di dalam ruangan secara otomatis. Tingkat kelembapan ideal di dalam ruangan dapat mengusir bakteri dan jamur dan menghentikan gangguan kesehatan pada mata, hidung, dan tenggorokan yang kering.
Ilustrasi air purifier. Foto: Shutter Stock
Pertimbangkan Fitur Tambahan Lainnya
Tak ada salahnya Anda mempertimbangkan berbagai fitur tambahan air purifier yang akan dibeli, seperti fitur wireless yang membuat Anda dapat mengontrol penggunaannya dari jauh melalui gadget, atau fitur penangkal nyamuk yang cocok untuk menjaga si kecil tidur nyenyak di malam hari.
Harga yang Cocok
Semakin lengkap fitur yang dimiliki air purifier, tentu juga berpengaruh pada harganya. Karena itu sesuaikan harga beli, serta hitung pula adanya biaya listrik perbulan yang masih sesuai dengan budget keluarga Anda.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan