7 Warna Cairan Vagina pada Ibu Hamil dan Artinya

Selain keputihan, ada beberapa jenis cairan vagina yang mungkin keluar saat hamil. Ya Moms, bila ada cairan vagina yang keluar, Anda harus memperhatikan warna, tekstur, hingga volumenya.
Mengutip Healthline, cairan vagina yang keluar saat hamil bisa jadi hal yang normal, tapi dapat juga menjadi pertanda adanya masalah kesehatan. Normal tidaknya cairan vagina bisa ditentukan dari warnanya.
Nah Moms, dilansir Medical News Today, berikut adalah 7 warna cairan vagina yang mungkin keluar saat hamil dan risikonya.
1. Cairan Berwarna Bening atau Putih Susu
Bila vagina Anda keluar cairan berwarna bening atau putih susu dan tidak berbau, Anda tidak perlu khawatir, sebab ini normal terjadi. Namun, yang perlu diperhatikan bahwa jika vagina keluar cairan bening ini terjadi terus menerus dan berubah tekstur jadi jeli, karena perubahan ini mungkin menjadi tanda awal persalinan prematur.
2. Cairan Putih dan Kental
Apabila cairan yang keluar dari vagina Anda berwarna putih gading, menyerupai warna keju cottage, bisa jadi hal tersebut menandakan adanya infeksi jamur pada vagina Anda, Moms.
Infeksi jamur ini memang rentan terjadi pada ibu hamil. Gejala yang akan ditimbulkan seperti rasa gatal, terbakar, dan sakit saat buang air kecil atau berhubungan seks.
3. Cairan Berwarna Hijau atau Kuning
Anda perlu waspada saat cairan vagina yang muncul berwarna hijau atau kuning. Pasalnya, kondisi ini bisa jadi indikasi adanya infeksi menular seksual (IMS), seperti klamidia atau trikomoniasis. Perlu diketahui, bahwa beberapa jenis IMS terkadang tidak menimbulkan gejala.
Menurut Centers of Disease Control and Prevention (CDC), IMS dapat menyebabkan komplikasi selama kehamilan yang dapat mempengaruhi tubuh ibu dan janin. Komplikasi ini bahkan dapat memengaruhi sistem saraf dan perkembangan anak, serta berisiko memicu infertilitas pada wanita.
4. Cairan Berwarna Abu-abu
Cairan vagina berwarna abu-abu ini menunjukkan infeksi vagina yang disebut bacterial vaginosis (BV). Gejala lainnya biasanya disertai dengan bau amis yang sangat kuat setelah berhubungan seks.
BV adalah hasil dari ketidakseimbangan bakteri di vagina. Risiko mengalami BV akan meningkat jika terlalu sering membersihkan vagina menggunakan cairan khusus. BV merupakan infeksi vagina yang paling sering terjadi di awal masa subur.
5. Cairan Berwarna Coklat
Biasanya, cairan berwarna cokelat yang keluar dari vagina ini menjadi gejala awal kehamilan. Namun, Anda perlu waspada dan segera konsultasi ke dokter bila cairan vagina tersebut berwarna coklat gelap.
6. Cairan Berwarna Merah Muda
Keluarnya cairan vagina berwarna merah muda selama kehamilan perlu dikonsultasikan ke dokter kandungan Anda. Kondisi ini ditakutkan akan menimbulkan risiko keguguran atau kehamilan ektopik yaitu kehamilan di luar rahim.
Selain itu, munculnya bercak berwarna merah muda selama kehamilan bisa juga disebabkan adanya infeksi vagina.
7. Cairan Berwarna Merah
Cairan berwarna merah ini juga perlu diwaspadai karena kemungkinan merupakan gejala keguguran dan kehamilan ektopik. Anda harus segera ke dokter bila mengalami pendarahan berat, ada gumpalan, dan nyeri perut atau kram.
Keluarnya darah dari vagina pada trimester juga bisa disebabkan karena adanya infeksi. Sedangkan pendarahan pada trimester akhir kehamilan bisa jadi sebuah tanda masalah kehamilan serius, seperti kelahiran prematur. Segera cek ke dokter, Moms.
