Kumparan Logo

8 Balita di Tangerang Positif HIV, Tertular dari Orang Tuanya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CH (6), seorang anak dengan HIV/AIDS (ADHA) memegang kertas dengan gambar ilustrasi keluarganya di Yayasan Vina Smart Era (VSE), Duri, Tambora, Jakarta Barat. Foto: Nisrina Nakhlatul Azizah
zoom-in-whitePerbesar
CH (6), seorang anak dengan HIV/AIDS (ADHA) memegang kertas dengan gambar ilustrasi keluarganya di Yayasan Vina Smart Era (VSE), Duri, Tambora, Jakarta Barat. Foto: Nisrina Nakhlatul Azizah

Kasus HIV pada anak balita ditemukan di Kabupaten Tangerang, Banten. Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, setidaknya ada 8 balita yang terkonfirmasi positif HIV sepanjang tahun 2026 ini.

Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang Hendra Tarmizi mengatakan, sejak Januari hingga April 2026 terkonfirmasi ada 203 kasus HIV di wilayahnya.

"Ada 203 kasus itu paling banyak ditemukan di Puskesmas Curug, Puskesmas Kelapa Dua, Kosambi, kemudian Cikupa. Tapi Masing-masing puskesmas lainnya itu ada temuan kasus juga," kata Hendra, dikutip dari Antara, Selasa (2/6).

Dari temuan 203 kasus tersebut, 167 kasus dialami pasien usia produktif, 28 remaja, dan delapan balita.

Ilustrasi HIV AIDS. Foto: fizkes/Shutterstock

Hendra mengatakan, kasus HIV di wilayahnya paling banyak dialami warga usia pada produktif yakni 21 hingga 55 tahun. Penyebab utama penyebaran HIV pada usia produktif dan remaja adalah karena penggunaan jarum suntik yang tidak steril, berhubungan intim, hingga hubungan seksual menyimpang.

‎"Sementara kasus yang ditemukan pada balita itu dikarenakan orang tuanya juga merupakan penderita HIV," kata Hendra.

Hendra mengimbau agar masyarakat berhubungan seks dengan pasangan yang sah untuk meminimalisir penyebaran HIV. Namun jika sudah telanjur tertular, ia mengingatkan untuk mengkonsumsi obat teratur agar tidak lebih parah. Mengingat sejauh ini HIV belum bisa benar-benar sembuh total, namun dapat dikendalikan secara efektif lewat terapi dan pengobatan teratur.

‎"Kemudian juga jika terjangkit, minum obat yang teratur, agar HIV-nya tidak sampai ke tahap AIDS," kata dia.