Kumparan Logo

8 Kondisi yang Sebabkan Ibu Hamil Harus Bed Rest

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ibu hamil bed rest. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ibu hamil bed rest. Foto: Shutterstock

Ibu hamil perlu menjaga kesehatannya dengan baik agar tumbuh kembang bayi di dalam kandungan berjalan optimal. Sayangnya, ada beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan ibu hamil untuk bed rest sementara waktu selama kehamilannya.

Saat bed rest, biasanya ibu hamil perlu mengurangi frekuensi aktivitasnya dan lebih banyak beristirahat di tempat tidur. Ada ibu hamil yang perlu bed rest selama 1 minggu atau 1 bulan, itu semua tergantung bagaimana kondisi ibu dan saran dari dokter kandungan.

Lantas, kondisi seperti apa yang menyebabkan ibu hamil harus bed rest?

Kondisi yang Sebabkan Ibu Hamil Harus Bed Rest

Ibu hamil bed rest. Foto: Shutterstock

1. Plasenta previa

Plasenta merupakan kondisi ketika plasenta terletak lebih rendah dari posisi sebenarnya, menghalangi serviks dan ada menyebabkan risiko pendarahan vagina selama kehamilan. Istirahat di tempat tidur dalam kondisi ini akan menghindari tekanan tambahan pada plasenta dan leher rahim.

2. Preeklamsia

Preeklamsia biasanya berkembang setelah minggu ke-20 kehamilan, karena peningkatan tekanan darah, protein dalam urin, dan munculnya edema. Kasus yang parah dapat membahayakan ibu dan bayi di dalam kandungan, sehingga diperlukan istirahat total baik di rumah ataupun RS untuk mendapatkan pemantauan dari dokter.

3. Insufisiensi serviks

Ahli Obstetri dan Ginekologi di Varanasi, Dr. Richa Hatila, MD, OB/GYN, menjelaskan di laman Mom Junction, kondisi kerusakan serviks, laserasi serviks, atau kelainan bawaan pada rahim dapat menyebabkan janin keluar dari rahim. Pada kondisi tersebut, bed rest sangat dianjurkan bagi ibu hamil untuk menghindari tekanan pada leher rahim apalagi ketika berdiri.

Ilustrasi Ibu Hamil. Foto: Thinkstock

4. Pendarahan kehamilan

Sedikit pendarahan atau bercak umumnya muncul pada awal kehamilan karena kondisi seperti solusio plasenta, ruptur serviks atau robekan rahim. Dokter mungkin akan menyarankan ibu hamil untuk istirahat total di tempat tidur sampai pendaharan berhenti. Pendarahan yang terjadi pada trimester kedua atau ketiga dapat menimbulkan risiko yang lebih parah, Moms.

5. Ibu hamil terlalu aktif

Tetap aktif dan sehat selama kehamilan memang akan mendukung kesehatan ibu dan bayi di dalam kandungan. Namun, gaya hidup yang terlalu aktif sampai hingga tidak memperhatikan asupan nutrisi dan kesehatan bisa berisiko menyebabkan ibu kelelahan dan harus bed rest.

6. Cairan ketuban sedikit

Jumlah cairan ketuban yang sedikit di dalam rahim atau disebut dengan Oligohidramnion dapat membahayakan kondisi bayi di dalam kandungan. Oleh karena itu, ibu hamil mungkin perlu mendapatkan perawatan intensif hingga bed rest.

Ilustrasi ibu hamil mengalami kram perut Foto: Shutterstock

7. Kehamilan ganda

Sebenarnya, istirahat di tempat tidur tidak sarankan untuk rutin dilakukan saat ibu mengandung bayi kembar. Tetapi, bed rest justru sangat penting dalam kehamilan ganda dengan bayi kembar tiga atau empat, apalagi jika ibu hamil rentan terhadap komplikasi.

8. Tanda persalinan prematur

Menurut dokter kandungan, Robert L. Goldenberg, MD, ibu hamil yang menunjukkan tanda-tanda persalinan dini atau mulai berkontraksi sebelum minggu ke-37 kehamilan memerlukan istirahat di tempat tidur. Mengurangi aktivitas yang signifikan dapat mengurangi risiko persalinan prematur.

kumparan post embed