Kumparan Logo

8 Penyebab Anak Balita Muntah yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

Muntah biasa terjadi pada bayi, balita, anak usia sekolah, hingga orang dewasa. Meski begitu, jika anak muntah terus-menerus, orang tua mungkin akan panik dan khawatir.

Umumnya, kebanyakan anak muntah setelah mengonsumsi makanan tertentu. Hal itu bisa menandakan si kecil makan terlalu banyak atau kemungkinan alergi. Namun ternyata, masih banyak penyebab muntah lainnya yang perlu orang tua pahami.

Ya Moms, ada penyebab muntah pada bayi dan balita yang tidak berbahaya, tapi beberapa lainnya justru berisiko pada kesehatan si kecil. Dikutip dari Mom Junction, berikut ini beberapa hal yang bisa jadi penyebab anak muntah.

8 Hal yang Bisa Bikin Anak Muntah

1. Infeksi perut

Menurut Pusat Layanan Kesehatan Nasional Skotlandia (NHSS), infeksi perut kerap menjadi penyebab utama muntah pada bayi dan balita, dan di antara kebanyakan infeksi perut, gastroenteritis virus adalah yang paling umum. Infeksi tersebut menyebabkan kram dan rasa sakit yang parah, sehingga membuat anak memuntahkan isi perutnya.

2. Infeksi usus

Ada banyak patogen, bakteri, dan virus yang dapat menginfeksi usus dan muntah adalah gejala dari keberadaannya di dalam tubuh anak. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti salmonella dan staphylococcus, menyebabkan muntah dan diare pada anak-anak.

Ilustrasi anak muntah. Foto: Shutter Stock

3. Hernia

Dikutip dari laman resmi Cedars-Sinai Hospital LA, hernia merupakan kondisi ketika usus keluar dari rongga perut yang menyebabkan ketidaknyamanan dan meningkatkan risiko infeksi. Balita dapat terkena dua jenis hernia, yaitu hernia inguinalis dan hernia umbilikalis. Dalam kedua kasus ini, hernia menciptakan tekanan saraf di rongga perut, sehingga membuat anak sering muntah.

4. Keracunan

Anak-anak kecil cenderung suka memasukan semua benda ke mulutnya, tanpa mereka ketahui apakah itu berbahaya atau tidak. Nah, muntah bisa terjadi karena balita tidak sengaja memasukkan zat beracun ke mulutnya, misalnya sabun, sampo, deterjen atau cat tembok. Zat ini mengiritasi lapisan perut, sehingga menyebabkan kontraksi otot yang membuat anak muntah.

5. Alergi makanan

Menurut American College of Allergy, Asthma, & Immunology (ACAAI), jika anak muntah setelah mengonsumsi makanan tertentu, maka ada kemungkinan ia alergi terhadap makanan tersebut. Ini biasanya diikuti dengan gejala lain seperti sakit perut, gatal-gatal, hingga bibir dan kelopak mata yang bengkak.

6. Refluks asam lambung

Jurnal yang diterbitkan di Pusat Informasi Bioteknologi Nasional AS (NCBI) menjelaskan, refluks asam lambung terjadi ketika sfingter esofagus, antara kerongkongan dan lambung, terbuka secara tidak normal dan memungkinkan asam bergerak ke atas sampai ke kerongkongan. Iritasi lambung yang disebabkan oleh asam ini dapat menyebabkan mual dan muntah, Moms.

Ilustrasi anak laki-laki sakit perut. Foto: Shutter Stock

7. Makan berlebihan

Moms, Pusat Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS UK) menjelaskan bahwa makan atau mengonsumsi susu berlebihan dapat menyebabkan muntah. Ini bisa terjadi ketika nipples botol susu memiliki lubang yang terlalu besar. Dengan demikian, balita mengonsumsi lebih banyak susu daripada yang dibutuhkan, yang menyebabkan perut kecilnya terisi sampai penuh dan kemudian muntah.

8. Gangguan pencernaan

Gangguan pencernaan dapat menyebabkan muntah karena akumulasi makanan yang tidak tercerna di perut. Ini biasanya terjadi beberapa jam setelah anak makan. Beberapa penyebabnya termasuk makan terlalu cepat, makan berlebihan, hingga mengkonsumsi makanan yang sangat pedas atau berminyak.

Penulis: Hutri Dirga Harmonis