9 Tahap Naluriah Bayi pada 1 Jam Pertama Kehidupannya

26 September 2019 9:38 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi bayi baru lahir Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Bayi memang penuh keajaiban! Setujukah Anda dengan ungkapan ini, Moms? Sejak baru dilahirkan, bayi memang mampu memberi banyak kejutan, membuat kita terkagum-kagum dan tak bosan-bosan mengamatinya seolah memandang keajaiban bukan?
ADVERTISEMENT
Sebut saja misalnya bagaimana bayi yang baru saja dilahirkan bisa merayap ke dada ibu 'hanya' dengan bantuan bau puting payudara sebagai pemandunya. Ya Moms, inilah yang terjadi di awal proses IMD atau Inisiasi Menyusu Dini.
Mengutip tulisan Dr.Risa Etika Sp.A(K) dan Dr.I.G.A.N Partiwi, Sp.A, MARS "Peran Kontak Kulit-ke-kulit dalam Keberhasilan Menyusui" yang diterbitkan oleh Satuan Tugas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia, proses ini pertama kali diungkapkan pada tahun 1987 oleh tiga dokter spesialis anak dari Institut Karolinska, Swedia, yaitu Ann-Marie Widström, Klauss MH dan Kennel JH.
Inisiasi Menyusu Dini atau IMD bisa membantu bayi BAB Foto: Shutterstock
Naluri untuk merayap (crawling) ini dapat dilihat sekitar 35 menit setelah bayi lahir dan bila diberi kesempatan (tidak dipisahkan dari ibu, didukung untuk melakukan IMD) maka dalam waktu singkat bayi akan mampu mencapai payudara dan puting ibu untuk menyusu. Luar biasa, bukan?
ADVERTISEMENT
Tapi bukan cuma itu saja, Moms! Selain merayap, Widström dkk juga menemukan adanya 8 tahap naluri lain yang dimiliki bayi pada satu jam pertama kehidupannya. Apa saja?
Menangis adalah salah satu dari 9 tahap naluriah bayi saat lahir Foto: Shutterstock
Begitu lahir bayi akan langsung menangis sehingga paru-parunya terbuka secara otomatis, dan bayipun bisa menghirup oksigen.
Setelah tangisannya berhenti, bayi akan memperlihatkan gerakan mulut dan tangan yang santai. Ya Moms, bayi melakukan relaksasi! Di tahap inilah waktu yang terbaik bagi bayi untuk melakukan kontak kulit atau skin-to-skin-contact dengan ibunya.
Ilustrasi Bayi Baru Lahir Foto: Pixabay
Tahap ini biasanya dimulai sekitar tiga menit setelah bayi dilahirkan dan sering disebut juga sebagai tahap 'kebangkitan'. Di tahap ini, bayi tampak menunjukkan gerakan kecil di kepala, membuka mata, menunjukkan beberapa aktivitas mulut dan menggerakkan bahu.
ADVERTISEMENT
Peningkatan aktivitas mulut umumnya terjadi sekitar delapan menit setelah lahir. Tak hanya itu, aktivitas mengisap (sucking) sebagai refleks rooting (rooting reflex) pun semakin jelas.
Pada waktu tertentu di antara periode aktif tersebut di atas, bayi juga akan beristirahat, lho! Tahap ini dapat berlangsung selama satu jam atau lebih.
IMD merupakan tahap naluriah di mana bayi bisa berkenalan dengan ibunya Foto: Instagram/@dominiquediyose
Kapan ibu dan bayi resmi berkenalan? Seharusnya pada saat IMD juga, Moms. Inilah tahap pengenalan yang sangat berarti bagi ibu maupun bayi. Di tahap ini, bayi 'berkenalan' dengan ibu dengan cara menjilati puting, menyentuh dan memijat payudara.
Tahap ini umumnya dimulai sekitar 45 menit setelah bayi lahir dan dapat bertahan hingga 20 menit atau lebih.
ADVERTISEMENT
Sekitar satu jam setelah dilahirkan, bila mendapat kesempatan IMD, bayi akan mulai mengambil puting, menempelkan diri dan menyusu dengan sendirinya! Inilah tahap awal dari pengalaman menyusu yang semestinya.
Namun bila ibu mendapat anastesi selama persalinan, bayi umumnya perlu waktu lebih lama untuk menyelesaikan tahap ini.
Tidur merupakah tahap terakhir dari 9 tahap naluriah bayi dalam 1 jam pertama kehidupannya. Tahap ini umumnya terjadi sekitar 1,5 hingga 2 jam setelah ibu melahirkan si kecil. Bayi akan tertidur nyenyak, demikian juga dengan ibu.