Mom
·
10 Agustus 2021 12:01
·
waktu baca 2 menit

Ada Memar pada Tubuh Bayi Baru Lahir, Normal Enggak Sih?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Ada Memar pada Tubuh Bayi Baru Lahir, Normal Enggak Sih? (81178)
searchPerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir dengan rambut lebat. Foto: Shutter Stock
Meski akan atau telah mengalaminya, sebagian ibu yang tidak betul-betul memahami proses persalinan. Misalnya tentang banyaknya tekanan yang dialami bayi saat harus melalui jalan lahir. Akibatnya, ibu mungkin saja kaget saat melihat kondisi bayi baru lahir yang tidak 'mulus'.
ADVERTISEMENT
Ya Moms, bayi baru lahir mungkin saja memiliki memar di tubuhnya akibat proses persalinan. Tapi apakah ini merupakan hal yang normal? Apakah memarnya perlu diobati? Dan akankah memar tersebut hilang?

Kondisi Memar pada Tubuh Bayi Baru Lahir

Ada Memar pada Tubuh Bayi Baru Lahir, Normal Enggak Sih? (81179)
searchPerbesar
Ilustrasi bayi baru lahir. Foto: Shutterstock
Memar pada bayi baru lahir terjadi ketika pembuluh darah yang rusak, meninggalkan bintik-bintik darah gelap di bawah kulit. Kondisi ini sangat wajar pada bayi yang baru saja lahir secara normal, penyebabnya karena tekanan atau stres fisik saat proses persalinan. Tapi tenang Moms, memar ini biasanya akan hilang dalam beberapa hari.
Mengutip Mom Junction, beberapa bayi yang harus melewati proses persalinan yang lama atau persalinan yang penuh tekanan, cenderung memiliki memar yang lebih gelap. Biasanya memar tersebut ada di sekitar leher, kepala, dan bahu.
ADVERTISEMENT
Forceps yang digunakan saat melahirkan juga dapat meninggalkan bekas atau memar sementara di wajah dan kepala bayi. Kemudian, bayi yang dilahirkan dengan ekstraksi vakum juga mungkin mengalami memar di kulit kepala atau luka di kulit kepala.
Dalam kebanyakan kasus, memar pada bayi baru lahir tidak menyebabkan sakit atau cacat.

Pentingnya Memeriksa Memar Bayi

Ada Memar pada Tubuh Bayi Baru Lahir, Normal Enggak Sih? (81180)
searchPerbesar
Ilustrasi bayi. Foto: Shutter Stock
Meski begitu, bayi baru lahir tetap harus menjalani pemeriksaan rutin. Saat pemeriksaan rutin, dokter atau bidan dapat memeriksa memar yang ada pada bayi baru lahir, untuk memastikan bahwa memar yang terjadi bukan hal yang serius.
Perlu diketahui Moms, jika memar pada bayi merupakan hal yang serius, ada beberapa kondisi yang umumnya menjadi penyebab. Mengutip Birth Injury Help Center, berikut di antaranya:
ADVERTISEMENT
  • Caput Succedaneum: Caput succedaneum adalah kondisi neonatal yang sangat umum, di mana tengkorak bayi baru lahir memiliki area edema atau pembengkakan yang disebabkan oleh tekanan saat kepalanya melewati jalan lahir. Daerah yang terkena, biasanya terletak di dahi, akan bengkak dan lembut saat disentuh. Caput succedaneum ini adalah kondisi jinak, tetapi dapat menyebabkan komplikasi seperti memperparah penyakit kuning.
  • Trauma Forceps: Jika forceps digunakan saat proses persalinan, dan membuat memar di kepala atau leher bayi, mungkin akan ada efek samping yang serius. Sebab trauma ini bisa menyebabkan Erb's palsy dan juga cedera otak.
  • Distosia Bahu: Distosia bahu terjadi ketika salah satu bahu bayi tersangkut di belakang panggul ibu saat melahirkan. Sehingga tak heran jika terdapat memar di daerah leher dan bahu.
  • Koagulasi Intravaskular Diseminasi: Ini merupakan kondisi perdarahan yang sangat langka yang gejalanya meliputi memar, perdarahan, dan pembekuan darah yang tidak terkontrol. Pada bayi baru lahir, dapat terjadi karena cedera lahir seperti asfiksia, sepsis, dan gangguan pernapasan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020