Kumparan Logo

Agar Lancar Menyusui, Perlukah Konsumsi ASI Booster sejak Hamil?

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ibu hamil minum ASI booster - POTRAIT Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ibu hamil minum ASI booster - POTRAIT Foto: Shutterstock

ASI mengandung banyak sekali manfaat untuk tumbuh kembang bayi. Itulah kenapa, semua ibu seharusnya bersemangat menyusui dan memberikan ASI eksklusif di enam bulan pertama kehidupan bayi.

Untuk bisa memberikan ASI secara optimal, persiapan menyusui memang sebaiknya dilakukan sejak hamil. Mulai dari belajar cara pelekatan yang benar, hingga berkonsultasi dengan konselor menyusui.

Lantas, bagaimana dengan mengonsumsi ASI booster? Apakah juga perlu diminum sejak hamil agar ASI berlimpah setelah melahirkan?

Ibu hamil minum ASI booster. Foto: Thinkstock

Moms, perlu diketahui bahwa produk ASI booster bisa beragam jenisnya. Mulai dari minuman, makanan, hingga berbentuk pil atau kapsul. Ya, di dalam ASI booster biasanya terkandung jenis-jenis makanan yang dipercaya bisa meningkatkan produksi ASI.

Meski begitu, menurut Konselor Menyusui, dr. Brigitta Godong, mengonsumsi ASI booster sejak hamil ternyata tidak perlu dilakukan, Moms. Anda cukup mengonsumsi vitamin yang telah diberikan oleh dokter kandungan saja.

"Sebenarnya booster ASI sebelum melahirkan itu enggak perlu, jadi saat hamil cukup vitamin, multivitamin yang dokter kandungannya kasih, itu sudah cukup. Yang penting nanti adalah pada saat treatment Anda pada saat bayinya sudah lahir," ujar dr. Brigitta Godong, saat live Instagram bersama dr. Stella Shirley Mansur SpOG, dengan topik 'All About Breastfeeding'.

Dokter yang praktik di Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading ini, menjelaskan bahwa mengonsumsi ASI booster sebenarnya tidak serta merta membuat produksi ASI Anda lancar. Sebab, kunci agar produksi ASI melimpah adalah supply and demand. Itu artinya, semakin sering Anda menyusui bayi, maka semakin banyak juga produksi ASI Anda.

"Jadi yang paling penting dari saat hamil itu pelajari ilmunya dulu aja tentang breastfeeding. Semua ilmunya itu harus dipangkas habis dulu. Kalau mitosnya sudah habis dipangkas, biar nanti pas lahiran jalaninnya lebih santai," jelasnya.

kumparan post embed

Para calon ibu sebenarnya juga tidak perlu khawatir memikirkan ASI yang baru keluar sedikit setelah melahirkan. Ya Moms, kekhawatiran yang berlebih bisa memicu stres, yang justru bisa membuat produksi ASI Anda seret.

Menurut dr. Brigitta kunci utama yang diperlukan agar ASI Anda lancar setelah melahirkan adalah yakin. Bila Anda yakin bisa memberikan ASI eksklusif, energi positif tersebut akan berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ASI Anda.

"Jadi booster ASI itu cuman bantu menyuplementasikan saja, sebenarnya balik lagi ke kitanya, kalau kitanya pede, kitanya yakin , tentunya keberhasilan menyusui mengikuti. Dan jangan khawatir bila di hari pertama seret ASI-nya, itu wajar. Nanti 3 hari ke atas mulai lancar," pungkasnya.