Aksi Nyata Baygon & Autan bersama Keluarga Indonesia Cegah Demam Berdarah
·waktu baca 4 menit

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia, terutama saat musim hujan. Sehingga upaya pencegahan dari lingkungan rumah tangga menjadi semakin penting. Setiap tahun, kasus DBD terus bermunculan dan kerap meningkat hingga memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) Kementerian Kesehatan RI, pada 2025 terdapat sekitar 131 ribu kasus DBD di Indonesia dengan Provinsi Jawa Barat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, dan anak menjadi kelompok paling rentan.
Mengusung tema Lawan Nyamuk Demam Berdarah: Edukasi dan Aksi untuk Masa Depan yang Lebih Sehat, Baygon dan Autan menggelar serangkaian kegiatan edukatif yang didukung oleh Kementerian Kesehatan RI dan Palang Merah Indonesia.
Serta aksi nyata menggandeng Yogya Supermarket dan Lion Super Indo yang melakukan CSR di lebih dari 50 Posyandu dan Puskesmas di berbagai wilayah, seperti Soreang, Sumedang, Tasikmalaya, Antapani, Ujung Berung, hingga puncaknya di Kota Bandung, pada Sabtu (31/1/2026).
Dalam sambutannya, dr. Ira Dewi Jani, MT dari Dinas Kesehatan Kota Bandung mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Baygon dan Autan yang telah berperan aktif dalam bentuk edukasi dan aksi nyata untuk mencegah DBD di wilayah Jawa Barat.
Pada kesempatan ini, Baygon dan Autan menghadirkan sesi edukasi serta demo produk bersama para ahli dan Shireen Sungkar bersama Teuku Wisnu, untuk memberikan solusi proteksi yang praktis dan efektif.
Gejala Awal dan Fase Kritis DBD
Rentannya anak-anak terhadap serangan DBD merupakan isu kesehatan yang memerlukan perhatian serius kita semua.
Menurut dr. Miza Dito Afrizal, Sp.A, sistem imunitas yang masih berkembang serta tingginya aktivitas di luar rumah meningkatkan frekuensi gigitan nyamuk pada anak. Selain itu, gejala demam akibat flu dan DBD sering kali memiliki kemiripan, sehingga orang tua perlu lebih waspada.
“Fase kritis DBD itu hari ke-3 hingga ke-5 yang ditandai risiko syok/perdarahan meningkat. Di fase inilah orang tua perlu waspada. Karena banyak yang terkecoh mengira anak sudah sembuh padahal memasuki fase kritis. Segera ke dokter jika curiga DBD, terutama saat demam turun setelah tiga hari. Lakukan tes darah trombosit dan hematokrit untuk diagnosis pasti,” ujar dr. Miza.
Rebranding 3M Plus
Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang mampu menggigit lebih dari satu orang dalam sehari sehingga meningkatkan risiko penularan.
Menurut DR. drh. Sugiarto, M.Si., Ketua Tim Kerja Penyehatan Air, Sanitasi Dasar, Pengendalian Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Untuk menekan angka kasus DBD, Kementerian Kesehatan RI menekankan pentingnya rebranding Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus yang meliputi menguras dan menyikat penampungan air secara rutin, menutup rapat seluruh wadah air. Serta langkah “Plus” seperti menggunakan pestisida dan lotion anti-nyamuk.
Baygon dan Autan merupakan brand andalan keluarga dalam perlindungan terhadap gigitan nyamuk dan serangga. Keduanya menjadi solusi untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui nyamuk dan serangga seperti DBD.
Pengalaman pernah terjangkit DBD membuat artis Shireen Sungkar, yang hadir bersama suaminya Teuku Wisnu, semakin waspada dalam melindungi keluarganya. Selain menerapkan praktik 3M, Shireen juga melindungi anak-anak dari gigitan nyamuk dengan lotion anti nyamuk.
“Biasanya sebelum tidur saya oleskan Autan agar anak-anak nyaman dan terlindungi. Kami juga gunakan Autan Refresh Spritz karena praktis dan sejuk di kulit, apalagi salah satu anakku ada yang bersekolah di sekolah alam,” ujar Shireen yang selalu memastikan Autan siap sedia untuk melindungi buah hatinya.
Sebagai Brand Ambassador Autan, Shireen memang mengenal produk ini dengan baik. Baginya, Autan bisa dibilang ‘senjata rahasia’ dalam melindungi ketiga anaknya dari risiko DBD. “Autan adalah langkah praktis namun krusial dalam memutus rantai penularan DBD di lingkungan keluarga,” ujarnya.
Sebagai penutup rangkaian acara “Baygon & Autan Lawan Nyamuk Demam Berdarah, Edukasi dan Aksi untuk Masa Depan yang Lebih Sehat, dihadirkan serangkaian kegiatan partisipatif yang melibatkan masyarakat secara langsung seperti senam bersama Juru Pemantau Jentik (Jumantik), lomba mewarnai untuk anak-anak, layanan Medical Check Up (MCU) gratis, hingga aksi donor darah yang bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia.
Beragam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana edukasi yang menyenangkan, tetapi juga wujud nyata kepedulian Baygon dan Autan terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
