kumparan
30 Januari 2018 12:06

Alasan Kenapa Bayi Baru Lahir Tidur Terus

Bayi mengantuk
Bayi mengantuk (Foto: Pixabay)
Ketika bayi masih dalam kandungan, Anda mungkin merasa tidak sabar menantikan kehadirannya. Andapun mungkin membayangkan betapa menyenangkan nanti menghabiskan waktu seharian bersama si kecil.
ADVERTISEMENT
Namun setelah bayi lahir dan dibawa pulang ke rumah, Anda malah merasa bingung: Kok, bayi saya tidur melulu?
Tenang, Moms. Bayangkan bagaimana rasanya menjadi bayi yang terbiasa hidup di dalam kandungan selama 9 bulan. Dalam kenyamanan kandungan, bayi menghabiskan banyak waktu untuk tidur karena di sana ia dikelilingi oleh kehangatan dan terbuai oleh suara Anda. Jadi tidak mungkin kan, mereka bisa langsung menyesuaikan diri atau kebiasaan tidurnya begitu lahir di dunia? Bayi butuh adaptasi.
Tapi Anda mungkin tetap bertanya-tanya, "Apakah bayi saya tidak terlalu banyak tidur? Atau malah terlalu sedikit?" Seperti apa seharusnya pola tidur bayi di minggu-minggu pertama kehidupan mereka?
Ternyata, pada hari-hari pertama kehidupannya, bayi umumnya memang tidur selama 16 sampai 18 jam setiap hari. Bayi terbangun hanya untuk istirahat sejenak untuk menyusu dan membiarkan Anda mengganti popoknya. Saat sedang diganti popoknya, beberapa bayi bahkan ada yang bisa tertidur juga. Lucu, ya!
ADVERTISEMENT
Selain kebiasaan tidur bayi di dalam kandungan, kemampuan perut mereka juga mempengaruhi pola tidur ini. Bayi yang baru lahir memiliki perut kecil, sehingga bayi cepat merasa kenyang -dan cepat pula merasa lapar. Saat merasa kenyang, rasa kantukpun datang. Saat merasa lapar, mereka terbangun minta disusui. Ketika disusui, mereka segera merasa kenyang dan mengantuk lagi!
Cepat kenyang, cepat lapar dan rasa kantuk bayi ini juga terkait dengan apakah Anda memberi bayi ASI atau susu formula. Dikutip dari webmd, beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang diberi susu formula tidak bisa tidur nyenyak, meski bisa tidur lebih lama.
Bayi baru lahir
Bayi baru lahir (Foto: Pixabay)
Kenapa? Karena susu formula yang mengandung protein susu sapi tidak bisa dicerna dengan cepat oleh usus bayi. Saat usus bayi bekerja keras mengurai protein susu sapi inilah bayi tidur lebih lama dibandingkan dengan bayi yang diberi ASI. Umumnya baru pada usia empat minggu, bayi yang diberi ASI akan tidur lebih lama atau tidur dengan jumlah dan jarak waktu yang sama seperti bayi yang diberi susu formula.
ADVERTISEMENT
Bayi yang diberi susu formula memiliki tingkat pemberian makanan lebih lambat dari pada bayi yang diberi ASI. Mereka tetap kenyang lebih lama, jadi mereka akan makan lebih sedikit.
Lalu kapan Anda perlu khawatir dengan lama waktu tidur bayi?
Pertama, Anda harus memastikan tidak ada masalah medis yang menyebabkan mereka tidur sepanjang waktu. Penyakit kuning, infeksi, dan prosedur medis apapun, seperti disunat, bisa membuat bayi Anda lebih tidur dari biasanya.
Bila ada kondisi-kondisi seperti ini, biasanya dokter anak Anda akan memeriksa apakah bayi Anda memperoleh cukup berat badan. Jika tidak, Anda mungkin perlu membangunkan mereka untuk makan setiap tiga jam (atau lebih) tergantung pada rekomendasi dokter Anda.
Jika bayi Anda mengalami kenaikan berat badan yang baik namun tetap banyak tidur, tak perlu cemas. Manfaatkan saja waktu bayi tidur untuk Anda ikut beristirahat. Akan tiba masanya, si kecil banyak beraktivitas, sulit diajak tidur dan Andapun berharap dia bisa kembali menjadi bayi yang suka tidur lebih lama!
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan