Kumparan Logo

Alyssa Daguise Dikomentari Gendutan, Begini Perubahan Tubuh Ibu usai Melahirkan

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasangan Al Ghazali menemani Alyssa Daguise saat melahirkan anak pertama. Foto: Instagram/ @alghazali7
zoom-in-whitePerbesar
Pasangan Al Ghazali menemani Alyssa Daguise saat melahirkan anak pertama. Foto: Instagram/ @alghazali7

Moms, penampilan Alyssa Daguise usai melahirkan menjadi sorotan netizen. Sebagian netizen mengomentari bentuk tubuhnya yang dinilai masih berisi atau gendutan. Padahal, perubahan bentuk tubuh setelah melahirkan merupakan proses yang normal dialami banyak ibu.

Tak sedikit ibu yang berharap berat badannya bisa segera kembali seperti sebelum hamil. Namun, menurut dokter, tubuh membutuhkan waktu untuk pulih setelah proses kehamilan dan persalinan. Karena itu, diet ketat setelah melahirkan justru tidak dianjurkan, terutama bagi ibu yang sedang menyusui.

Kenapa Tubuh Ibu Tidak Langsung Langsing setelah Melahirkan?

Ilustrasi perut buncit setelah melahirkan. Foto: shutterstock

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Yohan Samudra, Sp.GK, menjelaskan bahwa tubuh ibu masih berfokus pada proses pemulihan setelah melahirkan.

"Rahim membutuhkan waktu sekitar 6–8 minggu untuk kembali ke ukuran normal. Selain itu, cairan tubuh juga belum sepenuhnya berkurang. Pada ibu menyusui, hormon prolaktin turut berperan menyimpan cadangan lemak sebagai persiapan produksi ASI," jelas dr. Yohan pada kumparanMOM, Minggu (5/7).

Tak hanya itu, berbagai perubahan yang terjadi setelah melahirkan juga memengaruhi penurunan berat badan.

"Kurang tidur, stres, dan kelelahan karena merawat bayi dapat meningkatkan hormon kortisol sehingga tubuh menjadi lebih sulit membakar lemak. Di sisi lain, ibu juga belum bisa berolahraga secara optimal," tambahnya.

Karena itu, bila perut masih tampak buncit atau angka timbangan belum banyak berubah beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah melahirkan, kondisi tersebut masih tergolong normal, Moms.

Jangan Terburu-buru Diet setelah Melahirkan

Ilustrasi olahraga usai melahirkan. Foto: Shutter Stock

Meski ingin segera kembali ke berat badan sebelum hamil, diet ketat terlalu dini justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan ibu maupun bayi.

Menurut dr. Yohan, pembatasan makan secara berlebihan setelah melahirkan akan memengaruhi beberapa hal seperti:

1. Menurunkan produksi ASI

2. Memperlambat proses pemulihan tubuh terutama setelah operasi caesar

3. Membuat ibu lebih mudah lelah saat merawat bayi

"Setelah melahirkan tubuh ibu tetap membutuhkan asupan gizi yang lengkap dan seimbang. Mulai dari karbohidrat, protein, lemak sehat, hingga berbagai mikronutrien seperti zat besi, folat, yodium, vitamin D, zinc, dan kalsium agar kebutuhan tubuh dan bayi tetap terpenuhi," jelasnya.

Kapan Ibu Boleh Mulai Diet?

Menurut dr. Yohan, program penurunan berat badan sebaiknya dimulai setelah bayi berusia lebih dari enam bulan.

Namun, penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara bertahap, bukan melalui diet ekstrem.

Cara dietnya yang aman dilakukan setelah 6 bulan melahirkan:

  • Mengurangi asupan sekitar 500 kkal per hari sambil tetap memenuhi kebutuhan protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral.

  • Tetap menyusui karena proses produksi ASI membantu tubuh menggunakan cadangan lemak secara alami.

Jadi, Moms, jangan terburu-buru mengejar tubuh langsing setelah melahirkan. Berikan waktu bagi tubuh untuk pulih, fokus pada kesehatan diri dan si kecil, serta lakukan penurunan berat badan secara bertahap agar manfaatnya lebih optimal.