Amankah Mencampur ASI Segar dengan ASI Perah untuk Bayi?
ยทwaktu baca 4 menit

Moms, selama periode menyusui, mungkin Anda bertanya-tanya, boleh enggak ya menggabung ASI perah segar dengan ASI perah yang sudah dibekukan? Jika boleh, apakah penggabungan atau pencampuran tersebut berpengaruh pada kualitas ASI?
Nah Moms, dikutip dari Verywell Family, ternyata bisa kok mencampur ASI yang baru diperah dengan ASI yang sudah dibekukan asal dilakukan dengan tepat.
Kapan Boleh dan Tidak Boleh Menggabungkan ASI
Saat berurusan dengan bayi dan ASI, keamanan adalah prioritas utama. Jadi, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan sebelum Anda memutuskan apakah mengombinasikan ASI aman untuk si kecil. Simak ketentuannya di bawah ini:
ASI boleh digabung dengan aman dalam keadaan berikut:
Kebersihan: Tangan, pompa, dan wadah penampung ASI bersih.
Bayi cukup bulan: Anda memiliki bayi cukup bulan yang sehat.
Penggunaan di rumah: Anda memeras dan mengumpulkan ASI untuk penggunaan pribadi di rumah.
Pengumpulan pada hari yang sama: ASI yang digabungkan diperah pada hari yang sama dan tidak melebihi masa simpan.
ASI tidak boleh digabung, jika:
Pengumpulan pada hari yang berbeda : Anda mengumpulkan ASI pada hari yang berbeda. Tidak aman menambahkan ASI yang Anda pompa hari ini ke wadah ASI yang Anda pompa kemarin atau minggu lalu.
Kemungkinan kontaminasi : Anda tidak berada di lingkungan yang bersih, atau Anda tidak dapat mencuci tangan sebelum mengumpulkan ASI. Jika Anda yakin ASI Anda dapat terkontaminasi, lebih baik memompa dan membuang sesi itu daripada membahayakan anak Anda.
Bayi prematur : Anak Anda prematur atau memiliki sistem kekebalan yang lemah. Saat mengumpulkan ASI untuk bayi yang sakit atau prematur, Anda harus segera menutup dan menyimpannya. Setelah disegel, wadah pengumpul tidak boleh dibuka kembali sampai siap digunakan. Menjaga botol tetap tertutup mencegah kontaminasi ASI atau wadah.
Berbagi ASI : Anda membawa ASI Anda ke rumah sakit untuk anak yang sakit atau prematur, atau Anda mengumpulkan ASI untuk disumbangkan ke bank ASI. Dalam situasi ini, Anda harus mengikuti pedoman pengumpulan dan penyimpanan susu yang diberikan kepada Anda oleh staf rumah sakit atau bank susu.
Menambahkan ASI Segar ke ASI Suhu Ruang
Anda dapat langsung menambahkan ASI yang baru dipompa ke dalam botol ASI suhu ruangan selama ASI suhu ruangan yang terkumpul sebelumnya belum kedaluwarsa. ASI segar dapat disimpan pada suhu kamar hingga empat jam.
Jika Anda beberapa kali memompa dalam 4 jam tersebut dan ingin menggabungkannya, itu masih aman, Moms. Anda kemudian dapat menyimpan ASI dalam freezer atau menggunakannya untuk menyusui.
Namun perlu dipahami, Moms. Umur ASI yang digabungkan tersebut dianggap sama dengan ASI yang pertama kali dipompa. Misalnya Anda memompa ASI pertama 3 jam sebelumnya, ASI yang terakhir dipompa juga sudah berumur 3 jam karena terjadi pencampuran tersebut.
Menambahkan ASI Segar ke dalam ASI yang Didinginkan
Anda dapat menambahkan ASI ke dalam wadah berisi ASI yang didinginkan. Namun jangan langsung mencampurkan keduanya ya, Moms.
Anda perlu masukkan ASI segar ke dalam kulkas selama 30 menit hingga satu jam. Kemudian, setelah dingin, Anda bisa menambahkannya ke wadah lain berisi susu dingin.
Menambahkan ASI yang Baru Diperas ke ASI yang Dicairkan
Jika Anda telah mencairkan ASI dan ASI segar pada suhu yang kira-kira sama, Anda dapat menggabungkannya dalam botol yang sama untuk diberikan kepada bayi. Namun, ASI yang baru diperah lebih bermanfaat daripada ASI yang dibekukan sebelumnya, jadi sebaiknya berikan ASI segar terlebih dahulu.
Kemudian lanjutkan pemberian dengan ASI yang sudah dicairkan. Dengan cara ini, ASI segar tidak akan terbuang percuma. Jika ada sisa di akhir menyusui, ASI yang sudah dicairkan akan dibuang.
Menambahkan ASI Segar ke ASI yang Dicairkan untuk Disimpan
Moms, sebaiknya tidak menambahkan ASI yang baru diperah ke dalam botol ASI yang telah dicairkan jika Anda berencana untuk menyimpannya. Setelah mencairkan ASI beku, Anda tidak dapat membekukannya lagi. Anda harus menggunakannya dalam waktu 24 jam atau membuangnya.
Jika Anda ingin menyimpan ASI segar, Anda harus memisahkannya dari ASI yang sudah dicairkan.
Menambahkan ASI Segar ke ASI Beku
Anda sebaiknya tidak menambahkan ASI segar yang hangat ke ASI yang sudah beku. Susu hangat dapat menyebabkan susu beku mencair. Namun, jika Anda mendinginkan susu segar, Anda dapat menambahkannya ke dalam susu beku asalkan Anda memompanya di hari yang sama.
Masukkan ASI segar Anda ke dalam lemari es sampai dingin. Kemudian, tambahkan ASI dingin yang sudah didinginkan ke dalam botol susu yang sudah dibekukan. Proses ini disebut layering.
