Anak 3 Tahun Tiba-Tiba Susah Tidur Lagi? Ini Penyebabnya

Setelah pola tidur mulai stabil, banyak orang tua kaget saat anak usia 3 tahun kembali rewel dan sulit tidur. Jangan panik, Moms, karena kondisi ini kerap anak umur sekitar 3 tahun.
Ini disebut sleep regression, dan umumnya hanya berlangsung sementara.
Kenapa Anak 3 Tahun Mengalami Sleep Regression?
Ada beberapa pemicu yang sering muncul di usia ini.
Pertama, lompatan perkembangan: anak sedang belajar banyak hal sekaligus, mulai dari kemampuan motorik seperti memanjat dan bersepeda hingga mengenali emosi yang lebih kompleks. Semua stimulasi itu bisa membuat otaknya 'kepenuhan' dan sulit rileks saat malam tiba.
Kedua, imajinasi anak berkembang pesat, dan ini kadang membawa serta rasa takut atau mimpi buruk. Ketiga, perubahan lingkungan, seperti pindah dari boks ke tempat tidur biasa, mulai masuk sekolah, atau kehadiran adik baru, juga bisa memicu kecemasan yang berimbas pada tidur.
Terakhir, anak yang mulai berhenti tidur siang cenderung kelelahan berlebihan menjelang malam, sehingga justru makin susah lelap.
Apa yang Bisa Dilakukan?
Kabar baiknya, sleep regression di usia ini biasanya reda sendiri dalam beberapa minggu. Beberapa hal berikut bisa membantu melewatinya:
Pertahankan rutinitas sebelum tidur secara konsisten, jam yang sama setiap malam.
Ciptakan suasana kamar yang tenang, sejuk, dan minim cahaya terang.
Hindari layar gadget minimal dua jam sebelum tidur.
Batasi camilan dan minuman menjelang malam agar tidak sering terbangun untuk ke kamar mandi.
Jika anak takut gelap, coba gunakan lampu tidur redup dan ajak bicara pelan-pelan soal apa yang membuatnya cemas.
Tetap tenang dan sabar, tidak perlu terus membahas masalah tidurnya sepanjang hari karena bisa membuatnya makin cemas menjelang jam tidur.
Jika gangguan tidur berlangsung lebih dari empat minggu, disertai mendengkur, napas berhenti sesaat, atau perubahan perilaku yang mencolok di siang hari, ada baiknya berkonsultasi ke dokter anak.
