Anak-Anak Paling Rentan: Upaya IDAI Hadapi Dampak Bencana di Tiga Provinsi
2 Desember 2025 15:50 WIB
·
waktu baca 3 menit
Anak-Anak Paling Rentan: Upaya IDAI Hadapi Dampak Bencana di Tiga Provinsi
Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mendorong IDAI memberikan layanan kesehatan bagi anak-anak dan kelompok rentan.kumparanMOM

ADVERTISEMENT
Sejak akhir November 2025, bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam situasi darurat ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dari ketiga wilayah tersebut bergerak cepat memberikan berbagai layanan kesehatan dan dukungan bagi masyarakat terdampak, terutama anak-anak yang menjadi kelompok paling rentan.
ADVERTISEMENT
Ketua IDAI Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), menegaskan bahwa dalam kondisi krisis, kelompok rentan seperti anak-anak, penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil, harus menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi maupun pemberian bantuan.
Ia juga menyoroti risiko trauma psikologis dan penyakit menular yang umum terjadi di lingkungan pengungsian.
“Anak-anak bisa mengalami trauma, ketakutan, cemas, bahkan mimpi buruk. Sehingga perlu upaya-upaya mengajak mereka bermain dan sebagainya. Aktivitas seperti menggambar mungkin bisa jadi salah satu opsi untuk mengatasi anak di fase-fase akut ini,” tutur dr. Piprim dalam webinar IDAI, Senin (1/12).
“Pastikan anak-anak juga dapat makanan yang bergizi, air bersih yang aman. Anak juga rentan dengan penyakit menular di pengungsian, biasanya campak yang mudah sekali menyebar ke mana-mana, imunisasi di pengungsian juga perlu diupayakan,” sambungnya.
ADVERTISEMENT
Dampak Bencana: Data Terpadu IDAI di Tiga Wilayah (hingga 1 Desember 2025)
1. Sumatera Barat
-148 korban jiwa, termasuk 4 anak-anak
-123 teridentifikasi, 25 belum teridentifikasi
-105 orang hilang
-8 orang menjalani perawatan
2. Sumatera Utara
-Puluhan korban meninggal
-Ratusan warga terdampak di wilayah Sibolga, Tapanuli, Langkat, dan Binjai
3. Aceh
-Gangguan signifikan terhadap akses dan layanan kesehatan, terutama di Pidie Jaya
-Korban jiwa mengikuti laporan resmi pemerintah daerah
Respons Cepat IDAI: Layanan Kesehatan & Bantuan Lapangan
Untuk memastikan keselamatan dan kesehatan anak-anak serta kelompok rentan lainnya, IDAI di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, telah mengirim tenaga medis, membuka layanan kesehatan gratis, serta menyediakan dukungan psikososial di posko-posko pengungsian.
ADVERTISEMENT
Respons IDAI di Sumatera Utara
Layanan kesehatan dilakukan di beberapa titik pengungsian yang terdampak paling berat:
1. Binjai (KM 41B)
-Sebanyak 66 anak diperiksa
-Kasus terbanyak: ISPA (37 kasus), diare (18), infeksi kulit seperti tinea dan dermatitis
2. Langkat (KM 55)
-Sebanyak 25 anak diperiksa
-Dominasi kasus: ISPA (55) dan infeksi kulit (58)
3. Medan Barat
-Sebanyak 54 anak mendapat layanan
-43 di antaranya mengalami ISPA
Respons IDAI di Sumatera Barat
ADVERTISEMENT
1. Melakukan skrining tumbuh kembang pada 47 anak di Kota Padang dan ditemukan 1 kasus speech delay.
2. Memberikan layanan pengobatan anak dan umum di Kota Padang dan Kota Pariaman.
Respons IDAI di Aceh
1. Mengirim Emergency Medical Team (EMT) ke Pidie Jaya untuk memperkuat layanan di RSUD setempat.
ADVERTISEMENT
2. Melaksanakan mobile clinic untuk menjangkau wilayah yang aksesnya terbatas.
3. Menyediakan layanan kesehatan di posko pengungsian, termasuk di Masjid Agung Bireuen.
