Anak Balita Dibully Temannya? Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan
·waktu baca 2 menit

Bullying atau perundungan umumnya terjadi pada anak usia sekolah. Meski begitu, kondisi tersebut juga bisa terjadi pada anak usia balita.
Ya Moms, di usia 4-5 tahun, anak balita biasanya sudah punya teman bermain di lingkungan rumahnya. Sehingga, orang tua perlu waspada bila si kecil menunjukkan tanda-tanda dibully temannya.
Nah Moms, bila si kecil dibully temannya, berikut beberapa cara yang bisa orang tua lakukan, seperti dikutip dari Babygaga.
Cara Menenangkan Anak Balita yang Di-bully Temannya
Jaga Reaksi Anda dan Tetap Tenang
Alih-alih langsung memarahi pelaku, jaga reaksi Anda agar tetap tenang saat anak balita bercerita soal kondisinya. Reaksi yang berlebihan mungkin akan membuat si kecil takut dan justru malu untuk membuka diri dan menceritakan masalahnya. Untuk itu, cobalah untuk tetap tenang dan jadilah pendengar yang baik untuk anak ya, Moms.
Gunakan Kata-kata yang Positif
Saat menenangkan anak balita yang menjadi korban perundungan, gunakan kata-kata yang positif yang dapat membesarkan hatinya. Anak balita mungkin tidak terlalu paham dengan kata-kata yang kompleks meskipun itu tujuannya baik.
Jadi, Anda mungkin bisa menggunakan kata-kata yang sederhana yang dapat dipahami si kecil, seperti “Ibu akan bantu kamu, ya” atau “Tenang ya Nak, ini bukan salah kamu, kok.”
Beri Distraksi
Untuk menghibur balita dan mengusir kesedihannya, Anda mungkin bisa memberikan distraksi untuk mengalihkan perhatiannya sementara. Misalnya saja, mengajak ia bermain, membelikan camilan favoritnya, dan lain sebagainya. Distraksi semacam ini bermanfaat untuk mengubah mood-nya menjadi lebih baik.
Edukasi tentang Bullying
Meskipun anak balita masih kecil, tak ada salahnya untuk mengajarinya soal bullying. Namun, Anda perlu menggunakan kata-kata yang mudah dipahami sesuai dengan usianya, seperti lewat buku cerita, bermain peran, dan lain sebagainya.
Pastikan Anda memberi tahu bahwa perundungan merupakan tindakan yang buruk dan tidak seharusnya dilakukan pada siapa pun. Ajarkan juga anak untuk melapor pada Anda jika ia mengalami hal itu.
Atasi Kecemasannya
Setelah menjadi korban bullying, anak Anda mungkin akan merasa cemas untuk berteman atau bersosialisasi dengan orang lain lagi. Jika si kecil menunjukkan tanda-tanda kecemasan yang berlebihan, seperti sulit tidur, sering mengeluh tidak enak badan, dan lebih agresif, segera konsultasikan masalah tersebut ke psikolog agar si kecil mendapat penanganan dengan baik.
