Anak Balita Lebih Suka Main Sendiri, Normal Enggak Ya?

15 Oktober 2019 19:37
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi anak balita bermain sendirian Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak balita bermain sendirian Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Saat mencermati kegiatan anak usia balita bermain, mungkin sebagian dari Anda pernah melihat si kecil lebih suka bermain sendiri. Bahkan ia tampak asyik bermain sendiri, meski dikelilingi oleh teman-teman seusianya. Sebagai orang tua, Anda mungkin khawatir melihat kondisi si kecil tersebut.
ADVERTISEMENT
Kekhawatiran tersebut membuat Anda bertanya-tanya pada diri sendiri, normalkah hal tersebut pada anak usia balita atau justru hal itu menjadi sebuah gejala atau tanda adanya masalah pada si kecil?
Perlu Anda ketahui, Moms bahwa bermain juga memiliki tahapansama , seperti bidang perkembangan lainnya. Mengutip laman MOM, sampai usia 2 tahun, anak-anak berada pada tahap awal perkembangan keterampilan bermainnya, yaitu tahap bermain paralel.
Di tahap paralel anak melakukan kegiatan bermain di antara anak yang lain, tanpa ada unsur saling mempengaruhi. Misalnya anak bermain puzzle dan anak lain juga bermain puzzle, mereka ada bersama tetapi tidak saling mempengaruhi. Seperti halnya Anda sedang duduk dalam 1 bangku bersama pasangan, sambil membaca buku sendiri-sendiri.
Ilustrasi balita main sendiri. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi balita main sendiri. Foto: Shutter Stock
Tahap bermain selanjutnya adalah tahap bermain asosiatif. Pada tahap ini, anak usia prasekolah melakukan kegiatan bermain bersama anak lain tetapi belum ada pemusatan tujuan bermain. Misalnya beberapa anak bermain menepuk-nepuk air di kolam bersama-sama.
ADVERTISEMENT
Pada tahap ini, anak-anak juga belajar tentang berbagi mainan mereka dan belajar mulai bergiliran atau mengantre, dengan banyak bantuan orang dewasa.
Selanjutnya, anak balita akan memasuki tahapan bermain kooperatif, Moms. Ini adalah level tertinggi dari tahap permainan sosial. Anak-anak biasanya tidak mengembangkan permainan kooperatif sampai usia mereka 4 atau 5 tahun.
Dalam tahap ini, umumnya anak-anak berinteraksi satu sama lain, membentuk aturan, menetapkan peran dan bekerja menuju tujuan bersama. Ini adalah tahap di mana orang tua akhirnya dapat duduk dan menikmati diri mereka sendiri selama anak-anak bermain.
Meskipun tahapan ini progresif, anak-anak akan belajar setiap tahap dengan kecepatan atau kemampuan yang berbeda-beda. Ada anak yang begitu cepat perkembangannya, namun ada juga yang begerak lamban. Jika Anda merasa si kecil agak lambat dan tidak memiliki perkembangan yang signifikan ke tahap berikutnya, maka sebaiknya konsultasikan pada ahli atau psikolog.
Ilustrasi balita main sendiri. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi balita main sendiri. Foto: Shutter Stock
Jadi, sudah terjawab kan, Moms? Mulai saat ini jangan aneh atau heran melihat balita bermain sendiri tanpa teman hingga usianya lima tahun. Ini adalah hal yang normal.
ADVERTISEMENT
Anda tidak perlu takut atau khawatir si kecil mengalami masalah interaksi. Kemampuan balita dalam bermain bersama teman-temannya berkembang, seiring usia dan tahap perkembangan seperti yang sudah dijelaskan di atas.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020