Anak Balita Mengeluh Pegal-pegal atau Nyeri? Ini yang Perlu Orang Tua Pahami

Anak balita Anda kerap mengeluh nyeri, pegal-pegal atau sakit kakinya? Moms, jangan langsung berpikir si kecil punya masalah kesehatan atau masuk angin. Sebab bisa jadi ia mengalami apa yang disebut dengan growing pain.
Growing pain adalah timbulnya rasa nyeri, kram dan terkadang seperti berdenyut yang dirasakan di tungkai bawah. Seperti apa gejala atau ciri-cirinya?
Ciri-ciri Anak Alami Growing Pain
Parents melansir, menurut Thomas P. Lehman, MD, PT, dokter bedah ortopedi anak dari University of Oklahoma College of Allied Health, di Oklahoma City, Amerika Serikat, ada beberapa ciri-ciri anak mengalami growing pain atau rasa sakit saat tumbuh.
Umumnya dialami pada anak balita atau anak usia prasekolah hingga usia 10 tahun, terutama anak perempuan.
Rasa sakit, pegal-pegal atau nyeri hanya terjadi pada malam hari. Pada beberapa kasus dapat sampai membuat anak terbangun dari tidurnya.
Lebih banyak dialami anak setelah melalui satu hari yang padat atau aktif.
Timbul pada kaki bagian bawah atau pergelangan kaki, bagian depan kaki (dari lutut sampai mata kaki), betis atau lutut.
Dalam beberapa kasus, rasa nyeri juga dirasakan di bagian kepala dan perut.
Lantas apa yang sebenarnya menyebabkan anak mengalami kondisi ini?
Kata Ahli Tentang Growing Pain yang Kerap Dialami Anak Balita
Mengutip laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab pasti dari growing pain belum diketahui. Meski demikian, penyakit ini diduga disebabkan akibat aktivitas fisik yang berlebihan dari otot-otot tungkai bawah. Misalnya aktivitas berlari, memanjat dan melompat.
Sementara menurut dr.Lehman, growing pain bisa saja diakibatkan tulang panjang pada kaki anak tumbuh lebih cepat ketimbang otot-ototnya, sehingga sendi sempat sempat salah 'berjajar' sebentar, atau hanya karena anak bermain terlalu 'heboh'.
Cara Atasi Gejala Growing Pain yang Dialami Anak Balita
Untuk menyembuhkan growing pain sendiri sebenarnya tidak ada terapi khusus. Gejala-gejalanya, akan hilang dengan sendirinya dalam waktu satu sampai dua tahun.
Jika tidak menghilang secara komplet dalam waktu satu tahun, keluhan akan dirasakan makin berkurang sehingga anak tidak lagi merasakan nyeri.
Namun ada beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk mengurangi rasa sakit dari growing pain, seperti: memijat otot-otot tungkai bawah, mengompres hangat di daerah yang nyeri atau mandi air hangat sebelum pergi tidur, dan latihan relaksasi otot-otot pada pagi hari untuk mencegah keluhan nyeri di malam harinya.
