Anak Balita Tidak Mau Tidur di Kamar Sendiri, Orang Tua Harus Bagaimana?

Moms, apakah Anda sudah melatih anak balita untuk belajar tidur di kamar sendiri? Bila anak sudah berusia lebih dari 18 bulan atau masuk usia balita, maka ia sudah bisa dilatih untuk tidur sendiri.
Ya, hal tersebut dilakukan agar rasa kemandirian si kecil mulai terasah, Moms. Namun sayangnya, membiasakan anak tidur di tempat tidurnya sendiri bukanlah hal mudah.
Ada banyak hal yang membuatnya enggan melakukannya, bahkan sampai menangis karena tidak ingin tidur di tempat tidurnya sendiri. Bahkan di hari-hari berikutnya, saat Anda mulai mencoba menemaninya tidur di kamarnya, ia pun langsung tahu bahwa Anda akan pergi saat ia tertidur.
Tapi, apa yang menyebabkan anak balita takut tidur di kamar sendiri, ya?
Penyebab Anak Balita Takut Tidur di Kamar Sendiri
Anak balita umumnya membutuhkan lebih banyak perhatian ketika dia makan dan tidur, sementara anak yang lebih besar mungkin sudah bisa belajar untuk mandiri. Anak balita dengan anak usia sekolah tentu memiliki perbedaan, Moms.
Anak-anak yang lebih besar bisa mulai mengembangkan keterikatan emosional dengan kehadiran Anda, sedangkan anak balita masih membutuhkan Anda dalam bentuk fisik.
Hal itu karena kebutuhan tiap-tiap anak berbeda-beda. Bila anak Anda mungkin mampu untuk tidur sendiri, ini bisa disebabkan karena kebiasaan dan faktor lingkungan keluarga.
"Sebagian besar masalah 'ketakutan akan buaian' muncul di sekitar usia balita 18 bulan atau lebih. Singkatnya, yang terjadi adalah anak tidak bisa tidur tanpa dibuai. Ini berarti Anda sering sekali menggendongnya sebelum tidur. Lantas ketika dia sudah diletakkan di tempat tidur dia bangun dan meminta Anda melakukannya lagi. Inilah yang membuat mereka kesulitan untuk tidur sendiri," kata Lynelle Schneeberg, psikolog klinis dan asisten profesor di Yale School of Medicine. Amerika Serikat, dikutip Romper.
Selain itu, anak mungkin melakukan protes, sebab biasanya mereka tidur dengan bantuan, dan ketika harus belajar cara baru untuk tidur, dia tidak mau. Ini memang tidak mudah awalnya, Moms, Tapi ini memang akan terjadi.
"Begitu anak Anda paham bahwa tempat tidurnya adalah tempat yang aman, dia mempelajarinya lewat penguatan positif dan konsisten. Sehingga anak akan berhenti gugup atau takut terhadap lingkungan tidurnya," kata Brooke Nalle MS Ed. "Gentle Sleep Coach", menulis untuk situs web Sleep Lady.
Yang Harus Dilakukan Orang Tua saat Melatih Anak Tidur Sendiri
Penyebab lain anak takut untuk tidur di tempat tidurnya sendiri, mungkin karena adanya perubahan aktivitas dan rutinitas. Hal ini bisa memengaruhi Anda dan si kecil. Jadi, untuk menanggulanginya, Anda bisa menghibur anak sampai ia tidur sendiri.
"Ada banyak cara untuk melatih tidur. Pelatihan tidur tidak berarti Anda mengabaikan anak Anda. Beberapa orang tua duduk sangat dekat untuk memberikan kenyamanan tetapi tidak menggendong atau mengeluarkan anak dari tempat tidurnya," kata Dr. Schneeberg.
Ia menyarankan agar Anda harus meletakkan si kecil di tempat tidurnya dalam keadaan sudah kenyang. Setelah itu, Anda biarkan dia untuk tidur dan bangun tanpa harus tangan Anda turut campur. Cukup berada di dekatnya saja, maka anak akan mempelajari ini, Moms.
"Mungkin sulit untuk tidak menggendong anak Anda saat dia sedang belajar menenangkan diri dan tertidur secara mandiri. Tetapi Anda perlu percaya bahwa itu baik untuk anak Anda, juga bagi Anda, sebagai orang tua untuk mengajari anak untuk tidur lebih mandiri sehingga semua orang bisa tidur nyenyak," ujar dr. Schneeberg.
Ingat, Moms, meskipun prosesnya tidak mudah, pada titik tertentu si kecil akan mengatasi ketakutan akan tempat tidurnya sendiri. Jadi, semangat dan bersabarlah.
