Anak Demam Berdarah, Apa yang Harus Dikonsumsi?
·waktu baca 2 menit

Ibu punya peran penting dalam menjaga kesehatan anak dan keluarga. Apalagi, pada musim hujan seperti saat ini, di mana penyakit demam berdarah bisa menjadi ancaman terbesar untuk kesehatan anak.
Ya Moms, penyakit demam berdarah dengue atau DBD disebabkan oleh virus dengue yang dibawa nyamuk aedes aegypti. Biasanya, nyamuk akan bersarang dan berkembang biak dalam genangan air yang ada di sekitar rumah saat musim hujan tiba.
Saat mengalami DBD, anak akan mengalami demam tinggi disertai munculnya bintik-bintik merah di kulit. Selain itu, si kecil juga biasanya akan mengalami masalah pencernaan seperti sakit perut dan muntah-muntah. Hal itu tentu membuat tubuhnya lemas. Oleh karena itu, ibu perlu memberikan asupan bergizi untuk membantu mengembalikan kesehatan si kecil saat sakit.
Lantas, makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi anak ketika sakit DBD?
Penjelasan soal Makanan yang Perlu Dikonsumsi Anak saat DBD
Dokter Spesialis Anak, dr. Wiyarni Pambudi, SpA., IBCLC menjelaskan bahwa tidak ada makanan atau minuman khusus yang sebenarnya perlu dikonsumsi anak saat mengalami demam berdarah. Selain itu, tidak ada pula pantangan untuk si kecil, Moms.
“Tidak ada makanan atau minuman khusus untuk pasien DBD, asalkan anak suka dan mudah didapat, maka bisa diberikan. Tidak ada juga pantangan makanan apapun untuk anak saat sakit demam berdarah,” jelas dr. Wiyarni saat dihubungi kumparanMOM, Selasa (21/22).
Meski begitu, dr. Wiyarni tetap mengingatkan bahwa orang tua perlu memastikan anak mendapatkan asupan cairan yang cukup saat mengalami demam berdarah. Oleh sebab itu, si kecil dianjurkan untuk minum air putih lebih banyak dari biasanya saat DBD.
Selain itu, mengutip Credi Health, Anda juga bisa memberikan air kelapa atau jus jeruk yang mengandung vitamin C. Anda juga boleh memberikan si kecil buah-buahan atau sup sayuran yang hangat.
Salah satu gejala demam berdarah pada anak adalah mual dan muntah yang berisiko membuat si kecil dehidrasi. Jadi, dr. Wiyarni menyarankan agar orang tua bisa memberikan makanan atau minuman dalam porsi kecil namun lebih sering. Bila anak masih memiliki tenaga untuk bermain, sebaiknya kurangi aktivitasnya agar tubuhnya tidak semakin lemas karena kekurangan cairan.
