kumparan
26 Maret 2020 8:18

Anak Demam dan Batuk Pilek, Kapan Orang Tua Harus Waspada Gejala Virus Corona?

Anak Batuk PTR
Ilustrasi Anak Batuk. Foto: Shutterstock
Virus corona tak hanya menyerang orang dewasa dan lansia, tapi juga anak-anak. Hal ini pun membuat banyak orang tua cemas, sebab gejala awal COVID-19 umumnya adalah demam, batuk dan pilek, yang mana gejala penyakit itu sering dialami anak.
ADVERTISEMENT
Lantas, apa yang harus orang tua lakukan jika anak demam dan batuk pilek di tengah pandemi virus corona ini?
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), DR. Dr. Aman B. Pulungan, SpA (K), FAAP, FRCPI (Hon), mengatakan, COVID-19 adalah sebuah penyakit baru yang bisa menyerang siapa saja. Menurutnya, anak bisa saja menjadi carrier atau pembawa. Terlebih gejala virus corona ini terbilang ringan dan biasa terjadi pada orang dewasa maupun anak-anak.
Ilustrasi Anak Batuk
Ilustrasi Anak Batuk. Foto: Shutterstock
Bila anak demam disertai batuk pilek, dr. Aman menyarankan agar orang tua mengobservasi anaknya dulu di rumah selama 3 hari. Bila sudah 3 hari kondisinya tidak membaik, maka orang tua bisa menghubungi dokter terkait terlebih dahulu, sebelum pergi ke rumah sakit.
ADVERTISEMENT
"Well doing tidak (anaknya). Anak ini kalau sakit dia akan lemas. Kalau toh satu hari dia demam disertai gejala-gejala tadi, dia tampak lemas terpaksakan (harus dibawa ke rumah sakit). Tapi, kalau dia demam saja, anaknya masih well doing, kita memang harus mengobservasi dulu. Jadi, batasannya 3 hari (anak demam disertai gejala lain)," ucapnya.
Selain menerapkan pola hidup sehat, dr. Aman juga menyarankan agar orang tua memastikan anak-anak tetap berada di rumah selama pandemi COVID-19 ini. Sebab, hal itu bisa memutus rantai penularan virus berbahaya itu. Selama berada di rumah, orang tua pun diharapkan untuk mengajarkan beberapa hal kepada anak, seperti etika batuk di depan orang dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik.
Ilustrasi Anak Batuk
Ilustrasi Anak Batuk. Foto: Shutterstock
"Ajarkan anak bagaimana cara batuk, menutup batuk, dan lain-lain, juga cuci tangan. Karena anak ini berpotensi untuk menularkan," kata dr. Aman dalam Live Streaming bersama kumparan bertajuk 'Proyeksi Pandemi COVID-19 di Indonesia Bersama dr. Aman Pulungan'.
ADVERTISEMENT
Bila anak Anda punya penyakit kronis, seperti diabetes atau asma, dr. Aman mengimbau agar orang tua lebih menjaga kesehatan si kecil. Sebab, anak dengan penyakit kronis lebih rentan terhadap penularan virus, dan apabila terpapar kondisinya bisa jadi lebih parah. Oleh sebab itu, orang tua diharapkan lebih peka dengan gejala-gejala yang diperlihatkan anak ketika sakit.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan