Kumparan Logo

Anak Demam Napasnya Lebih Cepat, Wajar Nggak, Ya? Ini Kata Dokter

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Demam Foto: ucchie79/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Demam Foto: ucchie79/Shutterstock

Melihat anak demam lalu napasnya jadi lebih cepat, wajar kalau orang tua langsung khawatir. Apalagi kalau napas si kecil terlihat berbeda dari biasanya, orang tua bisa saja mengira anak sedang sesak. Padahal, menurut Dokter Spesialis Anak sekaligus expert kumparanMOM, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, saat demam, wajar saja jika napas anak bisa lebih cepat karena metabolisme tubuh ikut meningkat.

dr. Reza menjelaskan, ketika suhu tubuh naik, tubuh akan mengalami peningkatan metabolisme. Kondisi ini bisa membuat denyut jantung dan frekuensi napas ikut meningkat.

“Demam itu akan meningkatkan metabolisme tubuh. Wajar hukumnya kalau tubuh ini lagi demam, suhu tubuhnya tinggi, akan melakukan yang namanya takikardia, denyut jantungnya cepat, dan terjadi namanya takipnea. Takipnea tuh napasnya cepat. Dan itu wajar selama dia demam,” jelas dr. Reza saat ditemui kumparanMOM di Brawijaya Hospital Antasari, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).

Napas Cepat saat Demam, Kapan Perlu Khawatir?

Ilustrasi Anak Demam Foto: Chanintorn.v/Shutterstock

dr. Reza menambahkan, meski napas cepat bisa terjadi karena demam, orang tua tetap perlu melihat kondisi anak setelah suhu tubuhnya turun.

Sebab, napas cepat yang disebabkan oleh demam seharusnya ikut membaik ketika demam mereda. Inilah yang menurut dokter bisa membantu membedakannya dengan kondisi seperti pneumonia.

“Yang membedakan dengan pneumonia adalah saat dia demamnya turun, hilang enggak tuh gejala tadi? Sedangkan kalau dia pneumonia, dia mau demam turun, demamnya naik, sesak terus dia,” kata dokter.

Jadi, jangan hanya melihat napas anak ketika suhu tubuhnya sedang tinggi. Coba perhatikan juga setelah demam turun. Jika demam sudah turun tetapi napas anak tetap cepat atau anak tetap terlihat sesak, kondisi tersebut perlu diperiksakan lebih lanjut.

Kenapa Demam Bisa Bikin Napas Anak Lebih Cepat?

Ilustrasi Anak Demam Foto: Chanintorn.v/Shutterstock

Sederhananya, ketika tubuh mengalami demam, metabolisme tubuh meningkat. Tubuh bekerja lebih aktif sehingga denyut jantung bisa menjadi lebih cepat dan frekuensi napas pun dapat meningkat. Karena itu, napas anak yang lebih cepat saat sedang demam tidak otomatis berarti anak mengalami sesak atau pneumonia.

Namun, orang tua tetap perlu melakukan pengamatan terhadap kondisi anak secara keseluruhan. Apalagi jika napas cepat tidak membaik setelah demam turun atau disertai gejala lain.

Jadi, jangan langsung panik ketika melihat napas si kecil berubah saat demam, tetapi jangan pula mengabaikannya jika kondisi tersebut menetap ya, Moms.