Kumparan Logo

Anak Demam setelah Perut Kena Tendang, Waspadai Bahaya Abdominal Pain

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Demam Foto: Chanintorn.v/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Demam Foto: Chanintorn.v/Shutterstock

Seorang ibu dengan akun Instagram @karinsuryani, membagikan kisah yang rasanya juga membuat banyak orang tua ikut khawatir. Dalam unggahannya, ia menceritakan bahwa anaknya mengalami abdominal pain (nyeri perut) setelah tidak sengaja tertendang di bagian perut dan kepala terbentur oleh sang kakak.

Tak lama setelah insiden itu, sang anak mengalami demam tinggi hingga 42 derajat celsius, bahkan ia sempat mengigau dan tidak mengenali ibunya selama beberapa menit. Anak tersebut juga mengeluhkan keram hebat di bagian perut, hingga akhirnya dibawa ke fasilitas kesehatan.

instagram embed

Kasus ini menarik perhatian banyak orang tua karena memperlihatkan betapa cepatnya kondisi anak bisa berubah setelah mengalami benturan. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh si kecil ketika muncul abdominal pain (nyeri perut) setelah terkena tendangan atau benturan?

Kata Dokter soal Bahaya Abdominal Pain setelah Terjadi Benturan

Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, nyeri perut setelah trauma seperti tertendang atau terbentur tidak boleh dianggap sepele, karena bisa menandakan cedera organ dalam.

“Organ di dalam perut seperti hati, limpa, pankreas, usus, atau ginjal bisa mengalami perdarahan, memar, atau bahkan robek. Kadang kelihatannya ringan di luar, tapi di dalam bisa terjadi perdarahan tersembunyi yang berbahaya,” jelas dr. Aisya Fikritama, Sp.A, kepada kumparanMOM, Sabtu (11/9).

Cedera internal ini sering kali tidak langsung tampak setelah kejadian. Gejalanya bisa muncul beberapa jam kemudian, saat anak mulai mengalami demam, nyeri hebat, atau lemas mendadak.

Nah Moms, ada beberapa tanda bahaya yang harus diwaspadai jika anak kena tendang:

Anak ingin muntah. Foto: Shutterstock
  1. Nyeri perut hebat dan menetap, terutama di satu sisi

  2. Muntah terus-menerus atau muntah darah

  3. Perut tampak keras, kembung, atau membesar

  4. Demam tinggi setelah perut terbentur

  5. Anak terlihat lemas, pucat, berkeringat dingin, atau bernapas cepat

  6. Sulit dikenali, mengigau, atau kesadarannya menurun

  7. Tekanan darah tidak normal (terlalu tinggi atau rendah)

Jika anak baru saja tertendang di perut, berikut beberapa pertolongan pertama yang bisa dilakukan:

  1. Tenangkan anak dan amati reaksinya.

  2. Jangan dipijat atau ditekan area perut. Ini bisa memperparah cedera organ dalam.

  3. Kompres dingin di bagian yang memar untuk meredakan nyeri.

  4. Bila muncul demam, muntah, kram, atau mengigau, segera bawa ke IGD.

Risiko Jangka Panjang Jika Cedera Tak Ditangani

Ilustrasi anak sakit perut. Foto: Shutterstock

Menurut dr. Aisya, cedera ringan umumnya bisa sembuh total, tapi cedera organ dalam dapat menyebabkan gangguan pencernaan atau perlengketan usus di kemudian hari. Karena itu, pemeriksaan medis tetap penting meski anak terlihat baik-baik saja setelah terjadi benturan.

“Anak itu belum bisa jelaskan rasa sakitnya sejelas orang dewasa. Makanya, kalau mereka tiba-tiba demam atau kesakitan setelah terbentur, kita yang harus peka. Percayalah, tindakan cepat orang tua bisa menyelamatkan banyak hal.” tutup dr. Aisya.