Kumparan Logo

Anak dengan Penyakit Kronis, Benarkah Lebih Berisiko Terkena Virus Corona?

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PORTRAIT - anak sakit Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
PORTRAIT - anak sakit Foto: Shutterstock

Virus corona tak hanya bisa menyerang orang dewasa saja, tapi juga anak-anak, Moms. Oleh karena itu, Anda harus waspada, sebab bisa saja anak menjadi pembawa virus dan menularkannya kepada orang-orang di sekitar.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon), dalam telekonferensi kumparan "Live Streaming: Proyeksi Pandemi COVID-19 di Indonesia", Senin (23/3).

Dalam wawancara tersebut, dr. Aman mengatakan COVID-19 merupakan virus baru dan bisa menular kepada siapa saja termasuk anak-anak. Meskipun ia memiliki imunitas yang baik, tapi tetap saja ada kemungkinan untuk tertular.

Ilustrasi anak sakit jantung. Foto: Shutter Stock

"Ini virus baru dan tidak tergantung dengan status imunitas seseorang. Siapa saja bisa terkena. Atlet saja bisa terkena, apalagi anak-anak. Ini yang saya takutkan, kalau anak terinfeksi, dia menjadi pembawa virus. Inilah mengapa anak harus tetap di rumah. Makanya ajarkan anak etika batuk dan lain sebagainya, juga cuci tangan. Karena anak berpotensi untuk menularkan," ujar dokter praktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, ini.

Lantas, bagaimana dengan anak-anak yang memiliki penyakit kronis? Benarkah lebih berisiko tertular virus corona?

Mengutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, orang tua lanjut usia (lansia) dan orang orang-orang dari segala usia termasuk anak-anak yang memiliki kondisi medis serius atau kronis, bisa jadi berisiko lebih tinggi tertular virus corona dan memperparah penyakit bawaannya tersebut.

Ilustrasi terkena anak asma. Foto: Shutter Stock

Adapun anak-anak dengan penyakit kronis yang rentan tertular dan bisa semakin parah kondisinya bisa terkena COVID-19 adalah yang memiliki kondisi jantung serius seperti kelainan jantung bawaan, gangguan autoimun, anak yang mengidap diabetes, penyakit ginjal, hipertensi, pengidap asma dan paru-paru, penyakit kanker, dan anak yang mengidap penyakit hati.

"Meskipun gejala pada anak ringan, tapi bagi anak dengan kondisi tertentu, akan mudah terinfeksi. Seperti anak dengan diabetes, anak dengan asma, anak dengan penyakit kronis lainnya, manifestasinya akan semakin berat. Oleh sebab itu, mereka harus benar-benar dijaga," kata dr. Aman.

Mengutip Instagram resmi IDAI, bila anak dengan penyakit kronis mengalami gejala COVID-19, seperti demam lebih dari 3 hari, batuk, pilek, atau gangguan pernapasan, maka segera hubungi dokter terkait terlebih dulu sebelum membawanya ke rumah sakit ya, Moms.