Anak Hitung Cepat Pakai Sempoa, Psikolog: Pastikan Kemampuan Dasarnya Siap!
·waktu baca 2 menit

Seorang ibu dengan akun TikTok @nichaazahra membagikan momen saat dirinya mengetes kemampuan sempoa buah hatinya. Ketika diberi pertanyaan hitung cepat, sang anak langsung menjawab dengan tangkas. Video itu membuat warganet terpukau dengan kemampuan berhitungnya.
Kapan Anak Bisa Mulai Belajar Sempoa?
Video ini kemudian ditanggapi oleh Psikolog Pendidikan, Madeline Jessica, M.Psi, Psikolog. Ia menjelaskan kapan dan bagaimana anak sebaiknya diperkenalkan dengan sempoa serta kemampuan dasar apa yang perlu dikuasai terlebih dahulu.
Menurutnya, anak sebenarnya sudah bisa diperkenalkan sempoa secara ringan sejak usia prasekolah sekitar 4–5 tahun. Namun, bentuknya harus sederhana, seperti lewat permainan, media visual, atau aktivitas menghitung benda.
Sementara itu, penelitian dari jurnal ‘Efektivitas Media Sempoa terhadap Peningkatan Kemampuan Berhitung’ menemukan bahwa pembelajaran sempoa akan lebih efektif pada usia SD awal, yaitu kelas 1–2 SD.
“Dari perspektif psikologi perkembangan, anak usia SD (sekitar 6–7 tahun) memiliki perkembangan kognitif dan perhatian yang cukup untuk mengikuti instruksi dan membangun kebiasaan latihan sempoa,” ucap Madeline saat dihubungi kumparanMOM, Jumat (21/11).
Kemampuan Dasar yang Harus Dimiliki Sebelum Belajar Sempoa
Psikolog Madeline menyebut bahwa ada beberapa keterampilan yang sebaiknya sudah dikuasai agar sempoa tidak hanya menjadi hafalan gerakan, tetapi benar-benar bermakna untuk anak.
1. Pemahaman jumlah dasar
Anak harus bisa:
-Menghitung benda
-Mengenali angka
-Memahami bahwa angka merepresentasikan jumlah nyata.
Tanpa ini, sempoa akan sulit dipahami karena anak belum memiliki fondasi matematika yang kuat.
2. Fokus dan kontrol perhatian
Belajar sempoa memerlukan sesi latihan yang terstruktur.
Anak perlu bisa duduk dan fokus beberapa menit tanpa mudah terdistraksi.
3. Koordinasi motorik halus
Sempoa fisik membutuhkan gerakan jari yang terarah.
Anak perlu bisa:
-Menggeser manik
-Menggunakan kedua tangan secara terkoordinasi.
4. Mengenal simbol angka
Anak harus mengenal bentuk angka (0–9) dan memahami nilainya.
Misalnya, ia tahu bahwa angka “5” berarti lima manik di bagian tertentu sempoa.
5. Motivasi dan dukungan lingkungan
Anak belajar lebih optimal jika didukung oleh:
-Orang tua atau guru
-Pujian atas usaha
-Suasana latihan yang menyenangkan.
