Anak Kedua Jessica Iskandar Alami Penyakit Limfadenitis, Apa Itu?

13 Desember 2023 12:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anak Kedua Jessica Iskandar Alami Penyakit Limfadenitis, Apa Itu? Foto: Instagram/@inijedar
zoom-in-whitePerbesar
Anak Kedua Jessica Iskandar Alami Penyakit Limfadenitis, Apa Itu? Foto: Instagram/@inijedar
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Anak kedua Jessica Iskandar, Don Azaiah Jan Verhaag, dilarikan ke rumah sakit. Dalam akun Instagramnya, wanita yang akrab disapa Jedar itu mengunggah sebuah video yang memperlihatkan Don menangis saat diperiksa oleh tim medis.
ADVERTISEMENT
Dalam video tersebut, Don dilakukan serangkaian pemeriksaan seperti pemindaian untuk melihat dada dan leher, serta memeriksa bagian dalam mulutnya.
"Ya Tuhan Allah sembuhkanlah anakku Don. Semoga bisa kembali sehat dan ceria," tulis Jessica pada captionnya, Rabu (13/12).
Ibu dua anak itu meminta doa dari pengikutnya agar anak keduanya segera diberi kesembuhan.
Kemudian, pada akhir video, Jessica mengabarkan bahwa sang anak mengidap penyakit limfadenitis. Apa yang dimaksud dengan kondisi tersebut?

Apa Itu Limfadenitis yang Dialami Anak Jessica Iskandar?

Nah Moms, dikutip dari laman Ditjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan, limfadenitis adalah infeksi kelenjar getah bening atau kelenjar limfa yang mengalami pembengkakan. Kelenjar getah bening yang membengkak disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, dan jamur pada tubuh.
ADVERTISEMENT
Perlu diketahui, kelenjar getah bening terdapat di hampir seluruh bagian tubuh, seperti leher, ketiak, selangkangan, serta rongga perut dan dada. Kelenjar ini berfungsi untuk menyaring cairan limfatik dan membantu membasmi kuman serta menyingkirkan produk limbah dari tubuh kita. Sehingga, memiliki peranan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh agar berfungsi dengan baik.
Dalam kondisi normal, kelenjar getah bening normalnya berukuran kecil. Tetapi, saat terinfeksi sesuatu, maka akan terjadi pembengkakan, yang kemudian disebut juga limfadenitis.
Limfadenitis bisa menyebar dengan cepat ke kelenjar lain pada bagian tubuh lain. Untuk mencegah keparahan, pasien biasanya membutuhkan penanganan secepatnya dengan antibiotik, antivirus, dan obat antijamur.
Sementara itu, dikutip dari Very Well Health, anak-anak cenderung memiliki kelenjar getah bening yang lebih besar ketimbang orang dewasa. Dan ketika anak-anak mengalaminya, itu menunjukkan bahwa si kecil sedang terinfeksi virus atau bakteri, Moms. Hal ini terjadi karena anak-anak lebih rentan terkena paparan infeksi baru, yang sebenarnya diperlukan dalam membentuk sel kekebalan dan antibodi mereka.
ADVERTISEMENT

Apa Saja Gejala Limfadenitis pada Anak yang Perlu Diwaspadai?

Gejala limfadenitis pada setiap anak bisa berbeda-beda, tergantung penyebab dan anggota tubuh mana yang terinfeksi. Beberapa gejala umum yang terjadi ketika mengalami limfadenitis, seperti:
Terkadang, kelenjar yang membengkak bisa terasa sakit atau nyeri ketika organ tubuh terdekat yang terinfeksi digerakkan. Misalnya, ketika anak mengalami pembengkakan kelenjar getah bening di leher, maka dapat menyebabkan rasa sakit ketika si kecil menoleh atau mengunyah makanan.
ADVERTISEMENT
Jadi, ingat ya bahwa limfadenitis sebenarnya menunjukkan tanda bahwa tubuh anak sedang melawan infeksi dengan mengaktifkan sistem kekebalan. Kondisi ini sebenarnya dapat kembali ke ukuran normalnya dalam beberapa hari.
Namun, Anda disarankan tetap membawa anak ke dokter untuk dilakukan serangkaian pemeriksaan. Sehingga, anak bisa mendapatkan penanganan yang tepat.