Anak Kejang Tanpa Demam? Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan
26 November 2025 14:40 WIB
·
waktu baca 2 menit
Anak Kejang Tanpa Demam? Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan
Kejang pada anak, termasuk yang tanpa demam, bisa muncul tiba-tiba dan membuat orang tua panik.kumparanMOM

ADVERTISEMENT
Kejadian anak kejang sering kali menjadi mimpi buruk bagi orang tua, apalagi jika terjadi tiba-tiba tanpa tanda-tanda jelas. Hal inilah yang dialami oleh seorang ibu dengan akun Instagram @elisa_eliz. Ia membagikan momen menegangkan saat pertama kali menghadapi anaknya kejang di waktu subuh.
ADVERTISEMENT
Dalam kondisi panik, suami sedang berada di luar negeri, sementara sang anak mendadak menggigil, muntah, lalu mengalami kejang meski tidak demam tinggi. Karena panik, ia sempat terpikir memasukkan sendok ke mulut anak agar tidak menggigit lidah.
Belakangan ia baru tahu bahwa tindakan itu berbahaya karena dapat menyebabkan gigi patah dan berisiko tersedak. Ketika melihat mata anak melotot ke atas, tangis tanpa air mata, dan mulai kehilangan kesadaran, ia langsung bergegas menuju UGD.
Panduan Orang Tua untuk Tetap Tenang saat Menangani Anak Demam
Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, kejang pada anak tidak selalu disebabkan oleh demam tinggi. Ada yang disebut kejang non-demam, yang bisa terjadi karena:
-Kadar gula darah atau elektrolit yang turun
ADVERTISEMENT
-Infeksi otak, seperti meningitis
-Cedera kepala
-Kondisi epilepsi, yaitu otak yang lebih sensitif terhadap rangsangan listrik
“Jadi meskipun suhu tubuhnya nggak tinggi, tetap bisa muncul kejang kalau ada gangguan di sistem saraf atau metabolisme tubuhnya,” tutur dr. Aisya kepada kumparanMOM, Jumat (7/11).
Apa yang harus dilakukan orang tua saat anak kejang?
Langkah utama adalah tetap tenang dan menjaga keselamatan anak:
1. Baringkan anak di tempat datar dan miringkan kepala ke samping agar muntah tidak masuk ke saluran napas.
2. Longgarkan pakaian di leher dan dada.
3. Catat durasi kejang. Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau anak kesulitan bernapas, segera bawa ke IGD.
4. Pastikan area sekitar anak aman, jangan sampai kepalanya terbentur.
ADVERTISEMENT
Hal yang tidak boleh dilakukan saat anak kejang:
-Jangan masukkan sendok, jari, atau benda apapun ke mulut anak karena berisiko gigi patah, luka, atau tersedak, sehingga mengancam nyawa.
-Jangan menahan gerakan tubuhnya, biarkan kejang berhenti sendiri.
“Jangan kasih minum atau obat lewat mulut sebelum anak sadar sepenuhnya,” imbuhnya.
Jadi, dengan memahami penyebab kejang dan cara penanganan yang tepat, orang tua bisa tetap tenang dan memastikan anak tetap aman, sambil segera mendapatkan bantuan medis jika diperlukan ya, Moms.
