Anak Menolak Berpuasa, Orang Tua Harus Bagaimana?

Saat bulan Ramadhan, orang tua mungkin punya keinginan agar anak ikut belajar berpuasa. Tapi kenyataannya, tidak semua anak bisa dengan mudah diajak belajar puasa. Ya Moms, menahan lapar dan haus bukanlah hal mudah bagi anak-anak.
Meski begitu, jangan langsung memarahi si kecil bila ia menolak untuk berpuasa. Sebab, dilihat dari kacamata Agama, jika anak menolak puasa dan ia belum balig, ia tidak boleh diberi hukuman. Demikian yang dikatakan Penghafal Al Quran, Pendiri Majelis Taklim dan Rumah Tahsin Baytut Tarbiyah, Sri Vira Chandra, S.S., M.A, saat Live Instagram bersama Psikolog Anak, Farraas A. Muhdiar, Minggu (26/4).
Perlu dipahami bahwa mengajarkan anak berpuasa tentu butuh proses, Moms. Anda perlu sabar dan harus bisa menjelaskan dengan cara yang menyenangkan tentang makna dari puasa Ramadhan. Misalnya, dengan mengatakan 'Selama kamu belum balig, ibu masih bolehkan kalau mau puasa setengah hari jika tidak kuat, tapi kita coba dulu. Tapi kalau sudah balig kamu harus puasa. Karena apa? karena wajib hukumnya, Allah nanti marah, Allah nanti menegur ibu dan ayah'.
"Kalau anak menolak berpuasa selama belum balig, dijelaskan saja, diberi pengertian bahwa puasa itu apa, hukumnya seperti apa," ujar Penghafal Al Quran, Pendiri Majelis Taklim dan Rumah Tahsin Baytut Tarbiyah, Sri Vira Chandra, S.S., M.A, Minggu (26/4).
Selain itu, Anda bisa memberi tahu apa manfaat dari puasa untuk kesehatan tubuhnya. Ya, jelaskan pada anak bahwa dengan berpuasa akan ada hadiah yang indah, yaitu bertemu Allah di surga. Hal itu diharapkan bisa memotivasi si kecil untuk belajar puasa.
"Mungkin dikasih tahu juga, kalau puasa apa sih hadiahnya? Hadiahnya bisa ketemu Allah, nanti masuk surga bisa ketemu Allah, jadi ada motivasinya," jelas perempuan yang akrab disapa Ummi Vira tersebut.
Psikolog Anak, Farraas A. Muhdiar, M.SC, MPsi, menambahkan bahwa mengajak anak berpuasa perlu dilakukan secara bertahap dan sebaiknya tidak meminta si kecil untuk langsung berpuasa sehari penuh.
"Awalnya bertahap, misalnya target awal dia bangun sahur, atau yang penting dia tahu oh ada sahur, ada buka puasa. mungkin next stepnya bisa tahan lapar sejam dua jam, mungkin sampai siang dan sampai beduk. Jadi ada prosesnya, nggak harus langsung tiba-tiba anak yang sebelum tahun lalu nggak puasa, tiba-tiba puasa sampai beduk," jelas
Farraas menyebut bahwa untuk membuat anak mau belajar puasa adalah dengan menyemangatinya, bukan malah menakutinya. Sehingga, si kecil punya keinginan untuk berpuasa dengan tulus di bulan Ramadhan.
"Jadi disemangatin ya bukan ditakut-takutin," pungkas Farras.
