Anak Menyakiti Teman, Ini yang Perlu Orang Tua Lakukan

Pernahkah Anda mendapati anak tampak sedang menyakiti teman sebaya atau adiknya, Moms? Bisa itu mencubit, menjambak, atau memukul.
Jangan berburuk sangka dulu, Moms, bisa jadi itu termasuk ekspresi rasa gemas anak. Meski begitu, Anda juga perlu jeli, sebab Sahabat Keluarga Kemendikbud menulis hal itu juga bisa dipicu faktor lain.
Di antaranya seperti rasa cemburu, marah, bentuk pembelaan ataupun rasa iseng, pengaruh dari adegan tontonan yang ia lihat, dan sebagainya.
Namun, sebaiknya jangan biarkan si kecil terus melakukan hal ini, karena dikhawatirkan itu akan membentuk karakteristik menjadi agresif. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan saat anak sering ’menyakiti’ temannya:
1. Tanyakan Alasannya
Ketika Anda melihat ia mulai melakukan tindakan kekerasan, segera hentikan sebelum si kecil terlalu agresif, Moms. Namun jangan langsung memarahinya, biarkan anak tenang dulu, kemudian tanyakan alasan ia melakukan hal tersebut.
Anda harus melihat dari cara pandang mereka, tanyakan dengan baik yang membuat ia suka memukul temannya.
2. Beri Pemahaman
Berikan pemahaman padanya bahwa tindakan tersebut bukanlah sesuatu yang baik, Moms. Bila perlu, Anda bisa mencontohkan tindakan yang dia lakukan kepada temannya.
Misalnya cobalah untuk menarik sedikit atau sehelai rambut anak dan menanyakan bagaimana rasanya ditarik? Bila ia menjawab sakit, secara tak langsung anak akan belajar bahwa tindakannya tak baik.
3. Ajari Anak Mengungkapkan Perasaannya
Ini merupakan hal dasar yang harus orangtua ajarkan kepada anak-anak terutama dalam mencegah tindakan agresivisme (kekerasan) pada usia dini.
Katakan pada anak bahwa masih ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengungkapkan perasaannya.
Misalnya ia merasa kesal karena temannya merebut mainannya, minta si kecil untuk mengungkap perasaannya itu kepada teman. Si kecil pun bisa memahami bahwa permasalahan bisa diselesaikan dengan baik tanpa adanya kekerasan.
4. Cari Tahu Tentang Perilaku Anak di Luar Rumah
Cobalah untuk mencari tahu perilaku si kecil ketika di luar rumah atau di sekolah, Moms. Hal ini berguna untuk memberitahu respons Anda terhadap perilaku mereka. Misalnya saat anak berperilaku baik, katakanlah Anda senang dan bangga dengan mereka.
Begitu pula sebaliknya, ketika mendengar perilaku buruknya di luar rumah, ungkapkan rasa kecewa Anda. Hal ini akan membuatnya merasa bertanggung jawab untuk selalu berperilaku baik, agar tidak membuat orang tuanya sedih.
5. Sanksi Sosial
Katakan kepada anak, bila ia terus menyakiti temannya maka dikemudian hari dia tidak akan memiliki teman. Karena setiap orang tidak ada yang ingin memiliki teman yang suka menyakiti satu sama lain. Ini dapat menjadi pelajaran moral untuk saling menjaga dan mengasihi satu sama lain.
Beberapa sikap sederhana ini mungkin harus dilakukan berkali-kali agar membuatnya paham. Yang terpenting adalah tanamkan kepada diri anak bahwa setiap orang memiliki karakteristik berbeda-beda sehingga ia mengerti tentang perbedaan, Moms.
