Kumparan Logo

Anak Mimpi Buruk, Apa yang Bisa Orang Tua Lakukan?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Anak Mengalami Mimpi Buruk.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Mengalami Mimpi Buruk. Foto: Shutterstock

Suatu malam, anak yang sedang tidur tiba-tiba menjerit dan menangis. Saat ditanya penyebabnya, ternyata si kecil mengalami atau melihat kejadian menakutkan di dalam tidurnya. Ya Moms, mimpi buruk pada anak sangat wajar terjadi dan tidak perlu dikhawatirkan.

Dilansir What To Expect, mimpi buruk adalah mimpi yang tampak realistis dan menyebabkan seseorang merasa cemas atau takut. Penelitian menunjukkan mimpi buruk cenderung terjadi ketika anak sudah tidur nyenyak dan pulas. Ketika anak terbangun karena mimpi buruk, ia bisa mengingatnya beberapa saat, lalu menceritakannya kepada orang tua. Beberapa anak juga mungkin mengalami sulit tidur setelah bermimpi buruk.

Ternyata, anak-anak umumnya sudah mulai bisa mengalami mimpi buruk saat usianya 2 tahun. Lalu perlahan akan mulai lebih sering mengalaminya antara usia 3-6 tahun. Tapi tidak perlu khawatir, karena mimpi buruk merupakan salah satu cara anak belajar memproses emosi.

Penyebab Anak Mengalami Mimpi Buruk

Ilustrasi Anak Mengalami Mimpi Buruk. Foto: Shutterstock

Anak-anak usia 3-6 tahun biasa memproses banyak informasi baru seharinya. Memori mereka pun juga meningkat dalam mengingat gambar atau suara secara lebih nyata ketika di malam hari. Selain itu, anak-anak terkadang masih kesulitan memisahkan kenyataan dan khayalan. Saat mereka sedang sedih atau stres, maka kondisi itu juga bisa berefek membuatnya mengalami mimpi buruk saat tidur.

Perubahan dalam kesehariannya juga bisa memicu mimpi buruk, seperti memiliki teman yang suka mengganggu atau baru pindah ke lingkungan baru. Bisa juga faktor lain seperti jadwal tidur yang tidak teratur maupun sedang sakit, sehingga membuat seseorang mengalami mimpi buruk.

Menghadapi Anak yang Alami Mimpi Buruk

Orang Tua Menghadapi Anak yang Alami Mimpi Buruk. Foto: Shutterstock

Mengutip Raising Children, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghadapi anak yang mengalami mimpi buruk. Pertama, jelaskan kepada anak bahwa yang dialaminya hanya mimpi buruk dan kondisinya baik-baik saja. Jangan lupa berikan ciuman, usapan di punggung dan pelukan untuk menenangkan si kecil.

Setelah itu, biarkan anak melepaskan dulu rasa takutnya. Bisa dengan membiarkannya menceritakan mimpi buruknya, sehingga dapat mengurangi ketakutan emosionalnya. Misalnya, jika anak bermimpi hantu, jelaskan itu hanya khayalan dan tidak nyata.

Hindari mengabaikan rasa takut dengan mengatakan mimpi buruk yang dialaminya adalah konyol. Sebab, mimpi tersebut bisa tampak sangat nyata bagi anak-anak. Seiring bertambahnya usia anak, yakinkan si kecil bahwa mimpi buruk bukan yang perlu ditakutkan.