Kumparan Logo

Anak Ngeluh Nyeri di Selangkangan, Apakah Berbahaya?

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak sakit pada selangkangan. Foto: pakww/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak sakit pada selangkangan. Foto: pakww/Shutterstock

Anak-anak yang sedang aktif-aktifnya pasti membuat Anda senang, tetapi juga was-was. Bagaimana tidak, ketika anak berlari ke sana kemari dan bermain dengan gaya 'akrobat', mereka rentan mengalami luka, sakit, atau nyeri di bagian tubuh tertentu.

Nah Moms, salah satu keluhan yang sering terjadi pada anak adalah nyeri di pangkal paha atau selangkangan. Kira-kira, bahaya enggak sih?

Kenapa Anak Bisa Nyeri Selangkangan?

Dikutip dari Firstcry Parenting, nyeri pangkal paha bisa jadi merupakan cedera saat anak melakukan peregangan berlebihan, merobek atau menarik otot selangkangan. Ini bisa terjadi secara tiba-tiba akibat peregangan atau ketegangan otot, saraf, ligamen, tendon, maupun tulang pangkal paha yang berlebihan. Di otot selangkangan itulah ada lipatan antara perut yang bertemu dengan kaki di kedua sisi tubuh.

Saat anak berolahraga, mengangkat sesuatu atau jatuh, maka pangkal pahanya kemungkinan akan tegang. Sakit di selangkangan juga bisa terjadi pada balita, ketika mereka tidak sengaja terjatuh atau melukai daerah sekitar pangkal paha.

Pada kasus anak yang mengalami robekan otot parah, salah satu tandanya bisa terlihat saat nyeri di daerah selangkangan disertai demam, Moms. Selain itu, bila kedua kaki ditekan secara bersamaan, anak akan menangis karena nyerinya yang semakin parah. Begitu juga saat berjalan, yang bila dipaksakan dapat mengakibatkan bengkak atau memar pada paha bagian dalam.

Penyebab anak mengalami nyeri selangkangan bisa karena beberapa hal, seperti:

  • Pernah alami cedera sebelumnya

  • Mengangkat sesuatu yang berat atau jatuh tiba-tiba

  • Olahraga berlebihan

  • Latihan olahraga tanpa pemanasan, mengakibatkan otot robek

  • Mengubah arah tiba-tiba saat berlari

  • Kecelakaan yang menimpa otot pangkal paha

  • Terlalu dalam dan kasar saat memutar pinggul, sehingga dapat menyebabkan nyeri dan mengiritasi sendi pinggul

  • Kontusio skrotum pada anak laki-laki, atau memar pada kantung skrotum akibat benturan

  • Hernia olahraga

Ilustrasi anak sakit pada selangkangan. Foto: kwanchai.c/Shuttertock

Gejala Nyeri Selangkangan pada Anak yang harus Diwaspadai

Anda perlu mengetahui apakah nyeri selangkangan pada anak berbahaya atau tidak. Maka dari itu, cobalah untuk memperhatikan beberapa gejala atau tanda ini untuk memastikan perawatannya:

  1. Nyeri pinggul yang menyebabkan gerakan jadi terbatas

  2. Tiba-tiba nyeri lutut, paha dan sendi

  3. Kesulitan mengangkat lutut

  4. Tidak bisa berjalan dengan normal

  5. Bengkak, memar, dan nyeri di area selangkangan

  6. Testis membesar (pada anak laki-laki)

  7. Perubahan warna kulit di area dalam dan sekitar selangkangan

  8. Gerakan kaki melemah

Bila sudah mengetahui seberapa nyeri yang dirasakan anak, ada beberapa langkah pengobatan yang bisa dilakukan. Tentunya, disesuaikan dengan gejala yang dialami si kecil ya, Moms. Biasanya, dokter akan mengajarkan anak beristirahat cukup dan tidak melakukan aktivitas berat, seperti berolahraga.

Biasanya, nyeri pangkal paha ini bisa sembuh dengan sendirinya dalam satu hingga dua bulan. Namun, Anda bisa mencoba beberapa langkah ini untuk mempercepat proses penyembuhan dan meningkatkan kekuatan otot anak.

1. Kompres Dingin

Untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan pembengkakan yang dialami, cobalah menggunakan kompres dengan es batu yang dibungkus handuk ke area selangkangan. Lakukan beberapa kali dalam sehari selama 10 hingga 20 menit.

2. Kompres Hangat

Setelah bengkak atau nyerinya mereda, coba gunakan botol air hangat atau bantalan pemanas ke area selangkangan. Perawatan ini juga berguna untuk mengurangi nyeri sendi dan paha lho, Moms!

3. Konsumsi Obat

Bila nyerinya semakin tidak nyaman, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak atau spesialis ortopedi agar bisa diresepkan obat pereda nyeri. Jangan beli sembarangan karena dokter lebih memahami dosis yang tepat untuk anak.

Untuk mencegahnya, pastikan anak mengetahui batasannya dalam beraktivitas. Apalagi jika sebelumnya ia pernah mengalami cedera atau luka di area selangkangan. Dan jangan lupa, selalu ingatkan anak melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum serta setelah berolahraga untuk mengurangi kemungkinan cedera otot. Semoga membantu!

***

Dapatkan informasi terupdate seputar dunia parenting dan motherhood setiap hari hanya di Moms Update! Cari tahu informasi lengkapnya di media sosial kumparanMOM! Klik di sini.