Anak Rentan Kena Cacar Monyet, Ini Panduan Pencegahan dari PB IDI dan IDAI

3 Agustus 2022 13:00
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Cacar Monyet (Monkeypox) pada Anak. Foto: Yulia Naumenko/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cacar Monyet (Monkeypox) pada Anak. Foto: Yulia Naumenko/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Cacar monyet atau monkeypox kini telah ditetapkan sebagai darurat kesehatan global oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO). Siapa saja rentan mengalami cacar monyet, termasuk juga anak.
ADVERTISEMENT
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) menyatakan, anak-anak terutama bayi termasuk dalam kelompok rentan terinfeksi virus monkeypox. Meski lebih rentan, sejauh ini laporan kasus cacar monyet pada anak masih sangat jarang.
"Dari sisi anak, terutama bayi bisa terkena lebih rentan oleh monkeypox ini," ujar dr. Piprim dalam konferensi pers Monkeypox bersama PB Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) secara virtual, dikutip dari Antara.
Diakui dr. Piprim, belum banyak informasi lebih detail dengan cacar monyet yang menyerang anak-anak. Khusus pada bayi, ada kemungkinan virus monkeypox ini ditularkan melalui plasenta ibu hamil kepada janinnya, atau bisa juga karena adanya kontak erat.
Siswa mengikuti proses belajar dengan menggunakan bilik penyekat di Sekolah Dasar (SD) Negeri 5 Telaga, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo. Foto: Adiwinata Solihin/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Siswa mengikuti proses belajar dengan menggunakan bilik penyekat di Sekolah Dasar (SD) Negeri 5 Telaga, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo. Foto: Adiwinata Solihin/ANTARA FOTO
Di sisi lain, Ketua Satgas Monkeypox PB IDI, dr. Hanny Nilasari, SpKK, menekankan kepada orang tua untuk mewaspadai gejala cacar monyet, seperti ruam disertai demam atau gejala klinis lainnya. Jika melihat tanda-tanda tersebut pada si kecil, ada baiknya segera menghubungi fasilitas kesehatan terdekat.
ADVERTISEMENT
"Masyarakat diimbau secara sukarela memberikan informasi yang jujur apabila mengalami gejala monkeypox ataupun memiliki kontak dengan pasien monkeypox," tutur dr. Hanny.

Pesan Dokter untuk Cegah Anak Tertular Cacar Monyet

Meski sejauh ini belum ada laporan kasus cacar monyet di Indonesia, Dr. Piprim menyarankan para orang tua agar ekstra hati-hati dari penyakit menular ini. Hal terpenting yang dilakukan adalah menciptakan lingkungan yang aman dan sehat.
Ilustrasi Cacar Monyet (Monkeypox) pada Anak. Foto: MIA Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cacar Monyet (Monkeypox) pada Anak. Foto: MIA Studio/Shutterstock
Selain itu, mengingat saat ini Pembelajaran Tatap Muka (PTM) sudah dimulai di tengah pandemi COVID-19 dan darurat cacar monyet, Dr. Piprim menegaskan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sebagai langkah mitigasi, Moms. PHBS yang dimaksud adalah rajin mencuci tangan, memakai masker, hingga menghindari kerumunan sebagai bentuk pencegahan.
ADVERTISEMENT
PHBS dinilai dr. Piprim sudah cukup dilakukan mengingat sampai saat ini belum ada vaksin yang spesifik dapat mencegah paparan cacar monyet. Sebab, meski cacar monyet bukan tergolong penyakit yang mudah menular, tetapi bisa menularkan apabila ada kontak erat dengan penderitanya.
Langkah pencegahan lain yang bisa dilakukan dalam mencegah tertular virus monkeypox adalah menghindari kontak langsung dengan hewan penular cacar monyet, seperti hewan pengerat, marsupial, primata non-manusia, baik hewan mati atau hidup.
Orang tua dan guru di sekolah juga diharapkan bisa mengajarkan dan mencontohkan PHBS kepada anak. Sehingga, anak tetap bisa beraktivitas seperti biasa serta tetap terlindungi dari risiko penyakit cacar monyet.
"Biarkan anak-anak bisa keluar rumah, bisa bersosialisasi. Namun protokol kesehatan tetap dilakukan," tutup dr. Piprim.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020