Anak Rentan Kena ISPA, Ini Cara Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan yang Tepat!

20 Maret 2023 15:05
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Anak Rentan Kena ISPA, Ini Cara Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan yang Tepat! Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Anak Rentan Kena ISPA, Ini Cara Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan yang Tepat! Foto: Shutterstock
Moms, sudahkah Anda mengajarkan anak menjaga kesehatan saluran pernapasan? Ya, dengan menjaga saluran pernapasan tetap sehat, anak bisa terhindar dari risiko terinfeksi dari sesuatu.
Sebab, seseorang setiap harinya bisa kemasukan debu, pasir, serbuk sari, virus, hingga bakteri, dan sangat bisa tembus sampai ke paru-paru. Sehingga, anak rentan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Saluran pernapasan anak cenderung masih pendek dibandingkan orang dewasa, sehingga struktur pernapasannya lebih rentan menyebabkan ISPA.
Dengan menjaga kesehatan saluran pernapasan atas, maka bisa membantu menyaring partikel-partikel tersebut sehingga tereduksi tidak sampai ke paru-paru, lho!
"Jadi, kita wajib menjaga kesehatan saluran pernapasan atas, biar tersaring di bulu-bulu dan tersaring di lendir-lendir yang muncul pada hidung pada saluran tenggorokan biar bakteri dan virusnya ini bisa tereduksi," kata Dokter Spesialis Anak, dr. Fitria Mahrunnisa, M.Sc, Sp.A, dalam acara peluncuran Klinik Mendengkur di Brawijaya Hospital Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.
Ilustrasi orang tua melakukan tindakan cuci hidung saat anak pilek. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang tua melakukan tindakan cuci hidung saat anak pilek. Foto: Shutter Stock
Lantas, bagaimana dengan saluran pernapasan bawah yaitu di bawah pangkal tenggorokan hingga paru-paru? Anda mungkin sering melihat anak batu-batuk kan, Moms?
Sebenarnya, menurut dr. Nisa, ketika anak batuk berarti dia sedang melakukan langkah protektif secara refleks. Karena ketika bakteri atau virus sedang berusaha memasuki tenggorokan, batuk adalah refleks untuk membantu menjaga pernapasan anak agar tetap bersih.
Lantas, bagaimana dengan batuk berlendir? Ternyata bisa dicari tahu kondisi kesehatan anak dari warna lendirnya, lho!
"Infeksi itu berhubungan dengan mukus atau lendir yang lebih tebal dan sticky, lebih lengket. Nah jadi, bila anak yang berhari-hari batuk, sudah ada proses infeksi," ucap dr. Nisa.
dr. Nisa pun merincikan warna lendir seseorang dengan arti dari kondisi kesehatannya. Bila berwarna hijau atau kekuningan, maka sangat berhubungan dengan infeksi. Lendir putih, misalnya, sebenarnya normal terjadi tetapi bisa mengindikasi penyakit berbahaya juga.
Lalu dahak berwarna merah atau merah muda biasanya menandakan adanya darah dalam dahak. Yang artinya, bisa menandakan terinfeksi tuberkulosis hingga kanker. Kemudian bila lendir berwarna keabu-abuan atau cokelat, bisa berhubungan dengan lingkungan sekitar seperti debu atau asap yang masuk ke dalam tenggorokan sehingga lendirnya jadi berwarna.

Cara Menjaga Kesehatan Saluran Pernapasan pada Anak

Sinusitis pada anak ditandai pilek dan demam. Foto: shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Sinusitis pada anak ditandai pilek dan demam. Foto: shutterstock
Lantas, bagaimana menjaga kesehatan saluran pernapasan anak? Berikut tipsnya dari dr. Nisa:
1. Nutrisi dan Makanan
- Hindari pemberian susu berlebihan karena bisa menyebabkan napas bayi dan anak agak berlendir
- Minum air putih hangat yang banyak
- Tidak makan camilan banyak garam, bila ingin maka pilih camilan yang rendah kandungan garamnya
- Kurangi makanan gorengan, tinggi sodium dan karbohidrat, dan olahan yang terlalu manis
- Minum air putih pakai madu, hanya boleh untuk anak di atas satu tahun
- Konsumsi vitamin hingga probiotik
2. Lingkungan yang Aman
Pastikan suhu ruangan berada sekitar 25 derajat celcius, dengan kelembaban 54-56 persen. Hindari penggunaan AC di dalam ruangan terlalu sering.
3. Tindakan Pencegahan
Salah satunya dengan melakukan imunisasi wajib yang bisa mencegah penyakit saluran napas
Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Anak Flu Foto: Shutterstock
4. Pertolongan Pertama di Rumah
- Bisa pakai humidifier
- Mandi air hangat sebagai nebulasi alami
- Pakaikan balsam bayi atau essential oil
- Bilas dengan air garam atau nasal irrigation saat anak hidungnya mampet
- Istirahat yang cukup
Jadi, keluhan saluran napas apa saja yang pernah anak Anda alami? Mungkin yang umum dialami seperti pilek, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, batuk, hingga tidur mendengkur.
Tetapi, bila anak sudah sampai mengalami sesak, seperti bernapas cepat, dinding dada tertarik, hingga napas grok-grok berhari-hari, maupun kulitnya terlihat kebiruan (sianosis), maka jangan dianggap sepele. Jika anak mengalami kedua kondisi terakhir tersebut, segera dibawa ke dokter agar segera mendapatkan penanganan ya, Moms!