Anak Security Asal Sumsel Raih Encouragement Award di Kompetisi Sains Korea
ยทwaktu baca 3 menit

Keterbatasan tak menghalangi seseorang untuk maju dan meraih cita-cita.
Itulah yang dipahami oleh orang tua Novan (9) dan ditanamkan pada anak-anaknya. Keyakinan tersebut membuat Novan, siswa kelas 2 SDN II Kayuaro, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, bisa mengikuti kompetisi matematika dan sains di Korea pada Oktober lalu.
Ya Moms, pemilik nama lengkap Muhammad Novan Alfaridzi itu meraih encouragement award pada kompetisi International Mathematical Science and Creativity Competition (IMSCC) 2023 di Korea Selatan. Acara yang berlangsung di Gwocheon National Science Museum ini merupakan ajang matematika dan sains tahunan yang telah diselenggarakan untuk yang ke-17 kalinya.
Kakak Novan, Dita, menjelaskan adiknya itu mengikuti kategori mechatronic atau yang berkaitan dengan alat yang dapat bergerak. Pada ajang IMSCC ini Novan membuat replika alat yang dapat membantu penanggulangan bencana, mengingat Indonesia merupakan negara yang rawan bencana.
"Itu idenya dari dia sendiri, dia rakit sendiri, sistemnya juga dari dia sendiri," kata Dita saat berbincang dengan kumparanMOM.
Dita menyebut, Novan awalnya mengikuti kompetisi Indonesia STEM Creativity Competition yang digelar di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Anak keempat dari 4 bersaudara itu meraih medali perunggu dalam kompetisi tersebut. Ia kemudian terpilih menjadi salah satu peserta yang didaftarkan dalam kompetisi di Korea Selatan.
Tak Pernah Ikut Klub Sains
Novan tak menyangka akan terpilih jadi salah satu siswa yang diberangkatkan ke Korea. Sebab saingannya di Indonesia saja rata-rata berasal dari Ibu Kota atau kota-kota besar lainnya. Mereka juga kebanyakan telah mengikuti klub sains di sekolah atau di luar sekolah.
Sementara Novan tak pernah mengikuti klub sains karena memang tak tersedia di daerahnya. Sebagai gambaran, Desa Kayuara tempat Novan tinggal, berjarak lebih dari 100 km dari Kota Palembang, ibu kota Sumatera Selatan.
Novan juga belum pernah mengikuti kompetisi serupa di level nasional, apalagi internasional. Namun menurut Dita, Novan sering ikut lomba cerdas cermat di tingkat daerah.
Berasal dari Keluarga Menengah ke Bawah
Saat diumumkan bahwa Novan terpilih untuk bisa mengikuti kompetisi di Korea, keluarganya bangga sekaligus bingung. Sebab mereka tak punya dana untuk pergi ke Negeri Ginseng tersebut. Akhirnya Dita berjuang mencari bantuan dari dinas pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin.
"Awalnya susah (dapat dana), tapi setelah dijelaskan akhirnya dapat support dari daerah. Jadi kemarin ke Korea cuma keluarin uang saku aja," kata Dita yang juga jadi pendamping Novan selama di Korea ini.
Dita bercerita, keluarganya berasal dari kalangan menengah ke bawah. Ayahnya seorang security di GOR yang ada di kampungnya. Sementara sang ibu kini menjadi pekerja harian lepas (PHL).
"Orang tua kami bukan yang berpendidikan, bisa dibilang kami dari keluarga menengah ke bawah. Tapi mereka selalu support apa pun minat anak-anaknya dan terbuka dengan ilmu pengetahuan," tutur Dita.
Menurutnya, sejak ia kecil, orang tuanya selalu mengajak anak-anaknya bercerita tentang apa yang dilakukan atau dipelajari di sekolah. Kebiasaan bercerita itu membuat orang tuanya lebih memahami minat anak-anaknya. Seperti ia yang suka fisika dan akhirnya kuliah di UPI, lalu adik ketiganya suka basket, dan terakhir, Novan, hobi menggeluti bidang sains.
Wah, keren sekali ya, Moms! Semoga Novan bisa terus mengukir prestasi dan meraih apa pun yang ia inginkan meski dengan keterbatasan kondisi.
