Anak Sering Berkedip, Ini Yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
ยทwaktu baca 3 menit

Mengedipkan mata merupakan salah satu refleks normal yang dialami anak hingga dewasa. Dengan berkedip, kita bisa mencegah mata kering.
Tidak hanya itu, berkedip juga bisa melindungi mata dari cahaya yang terlalu terang, benda asing, dan juga sebagai cara untuk membersihkan permukaan mata.
Laman resmi American Academy of Ophthalmology (AAO) menyebut rata-rata bayi berkedip kurang dari empat kali per menit. Namun seiring waktu dan bertambahnya usia anak, kecepatan berkedip pun meningkat menjadi 14 sampai 17 kali per menit.
Tapi bagaimana bila anak terlalu sering berkedip? Misalnya bila anak berkedip jauh lebih banyak dari biasanya atau berkedip lebih dari 15 kali per menit. Apakah normal atau justru tanda bahaya?
Bila Anak yang Sering Mengedipkan Mata
Kondisi anak sering mengedipkan mata, bisa jadi disebabkan adanya ketegangan mata. Bila hal ini mengganggu aktivitas sehari-hari si kecil, maka Anda perlu segera mencari tahu pemicu yang mendasarinya. Masih dikutip dari AAO, berikut beberapa penyebab mata anak sering berkedip.
- Masalah pada kornea: Hal ini bisa terjadi karena mata anak kering, ada bulu mata yang masuk ke dalam, masuknya benda asing ke dalam atau bawah kelopak mata, alergi, hingga mata merah.
- Kebiasaan: Kegiatan yang dilakukan atau diucapkan berulang secara tidak sengaja atau di luar kendali dan disebut Sindrom Tourette atau TIC. Salah satunya adalah sering berkedip. Ada pun Sindrom Tourette biasanya disebabkan karena anak merasa stres, cemas, lelah atau bosan.
- Rabun: Anak yang sering berkedip juga bisa disebabkan oleh matanya yang mengalami rabun jauh, rabun dekat atau astigmatisme. Salah satu gejala awal anak mengalami rabun adalah berkedip.
- Strabismus: Kondisi ini biasa juga dikenal dengan mata juling, yakni kondisi saat kedua mata anak tidak sejajar dan melihat ke titik arah yang berbeda. Salah satu gejala mata yang strabismus adalah sering berkedip atau menyipitkan mata, terlebih bila tengah berada di bawah sinar matahari.
Yang Dapat Dilakukan Bila Anak yang Sering Berkedip
1. Hindari Paparan yang Bisa Sebabkan Iritasi
Sebisa mungkin, cobalah untuk meminimalkan paparan yang bisa sebabkan iritasi mata, seperti debu atau polusi. Paparan cahaya terang, bahkan sinar matahari langsung bisa mengiritasi mata anak yang sensitif. Saat hendak keluar rumah, mintalah anak untuk memakai kacamata pelindung.
2. Hindari Ketegangan Mata
Bantu anak mengatur aktivitas yang menyebabkan ketegangan mata. Misalnya saja, batasi waktu saat anak tengah screen time, membaca, menulis, dan sebagainya. Pastikan anak tak terlalu lama saat melakukan aktivitas tersebut alias beri jeda. Selain itu, pastikan pula pencahayaan di rumah pas untuk mata anak dan tidak terlalu terang atau redup.
3. Kurangi Stres dan Kecemasan
Hindari memberikan tekanan pada anak dalam situasi yang bisa membuatnya stres. Jika anak mengalami kesulitan menangani kecemasan atau dirinya tampak cemas dalam situasi tertentu, konsultasikan hal ini ke psikolog anak agar Anda dapat penanganan yang tepat.
4. Jadwalkan Waktu Bermain di Luar Ruangan
Tak perlu ke luar rumah, di teras rumah atau halaman rumah pun sudah cukup untuk membuat mata anak tetap sehat. Ya Moms, bermain di luar ruangan memastikan bahwa anak-anak tetap sehat dan aktif, bisa membuat stres tetap terkendali. Jadwalkan aktivitas bermain di luar ruangan agar anak dapat melakukan aktivitas yang tidak melelahkan matanya.
5. Perbanyak Makan Sayur
Moms, berbagai sayuran hijau rupanya sangat baik untuk kesehatan mata anak Anda, lho. Coba tambahkan sayuran hijau dan makanan yang kaya akan omega 3, seperti ikan salmon, ikan kembung, tuna, tahu, kacang kedelai, dan sebagainya ke dalam menu makanan sehari-hari anak.
6. Perawatan Mata
Cuci mata anak dengan bersih, dianjurkan air dingin sesering mungkin dan bersihkan mata secara perlahan. Hindari menggosok secara berlebihan agar tak menimbulkan masalah lain.
7. Tidur Cukup
Tidur malam yang cukup dapat membantu mengistirahatkan mata anak Anda. Ya, pastikan si kecil tidak begadang dan tidur setidaknya 8 jam per malam.
Namun, bila berbagai cara di atas sudah dilakukan dan tidak membuahkan hasil, tak ada salahnya untuk segera periksakan mata anak ke dokter mata ya, Moms.
