Kumparan Logo

Anak Sering Bertanya 'Kenapa?' Begini Cara Menyikapinya

kumparanMOMverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ibu dan anak di rumah - PTR Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ibu dan anak di rumah - PTR Foto: Shutterstock

Anak-anak biasanya memiliki rasa keingintahuan yang begitu besar terhadap sesuatu. Apa yang ada di hadapannya, selalu ingin ia tanyakan kepada Anda saat itu juga --meski terkadang Anda pun tak mengetahui jawabannya. Bukan begitu, Moms?

Pada umumnya kondisi ini terjadi pada anak balita. Di usia tersebut, si kecil memang sedang senang bicara dan menanyakan berbagai hal. Misalnya 'mengapa langit warnanya biru?', 'mengapa ada awan?', 'kenapa aku harus menggosok gigi?', dan berbagai pertanyaan lain yang kerap membuat orang tua kesal hingga frustasi.

ibu dan anak Foto: Shutterstock

Moms, rupanya ini adalah hal wajar dialami si kecil. Anda pun perlu menghadapinya dengan tenang dan sabar. Dikutip dari laman resmi Dr. Alan Greene, dokter spesialis anak yang berdomisili di Amerika Serikat, mengungkap bahwa terdapat 2 alasan mengapa Anda frustasi ataupun kesal saat menghadapi anak yang kerap kali bertanya 'kenapa?'.

Pertama, seringkali hal ini terjadi karena Anda tidak mengetahui jawaban sebenarnya. Kedua, Anda bingung merangkai kata-kata yang sederhana dan mudah dimengerti oleh si kecil.

Di sisi lain, hal yang membuat Anda kesal dan merasa frustasi adalah kesalahpahaman Anda terhadap bahasa si kecil. Anda pun mungkin akan berpikir saat anak bertanya 'mengapa', itu sama halnya dengan orang dewasa yang juga tengah bertanya 'mengapa' kepada diri Anda. Alhasil, pada saat Anda menjawab pertanyaannya, tak jarang anak akan merasa kurang puas karena mereka semakin tidak mengerti.

bayi menangis Foto: Shutterstock

Jadi, cara menyikapi anak saat sering mengulang pertanyaan 'mengapa' adalah dengan pahami terlebih dulu bahasa anak. Pada saat bayi baru lahir, ia akan mengkomunikasikan segala hal lewat tangisan. Mulai dari isyarat memberi tahu rasa lapar, bosan, popok basah, hingga membutuhkan keberadaan Anda dikomunikasikan dengannya lewat tangisan.

Suatu hal yang luar biasa, akan terjadi pada saat Anda mulai memahami makna tangisan bayi Anda, Moms. Si kecil pun akan mulai menggunakan tangisan yang sedikit berbeda untuk mengekspresikan kebutuhan dan keinginan yang berbeda. Ibarat dua penari yang masih canggung pada awalnya, Anda dan si kecil pun semakin mahir dalam hal saling memahami seiring berjalannya waktu.

Ilustrasi anak selalu bertanya sesuatu ke orang tua. Foto: Shutterstock

Ketika anak mulai belajar berbagai macam kata, kata-kata yang mereka gunakan biasanya belum dipakai secara tepat layaknya orang dewasa. Misalnya saja saat anak mengatakan 'anjing' yang dimaksud mereka adalah semua binatang. Namun, seiring dengan berkembangnya keterampilan si kecil dalam hal bicara, ia akan mulai mengerti seperti orang dewasa.

"Kondisi ini terjadi bersamaan dengan rasa ingin tahu, imajinasi, dan kreativitas mereka yang semakin berkembang," kata dr. Greene.

Kemudian, ketika anak mulai bertanya terus menerus atau mengulang pertanyaan 'mengapa', sebaiknya Anda rajin-rajinlah menjawabnya, Moms. Sebab, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa anak-anak memang memiliki rasa ingin tahu tentang sekitarnya. Pertanyaan 'mengapa' sendiri sebenarnya bukan salah satu cara dirinya untuk memperoleh informasi, tapi itu cara si kecil ingin berkomunikasi dengan Anda atau orang yang ditanyainya itu. Misalnya saja pada saat anak bertanya mengapa langit berwarna biru, dr Greene pun merespons anaknya dengan jawaban sebagai berikut:

Ilustrasi Ibu dan Anak. Foto: Shutter Stock

"Saya mengatakan kepadanya bahwa di hari-hari yang cerah, langit berwarna biru dan pada hari-hari yang berawan langitnya kelabu dan pada malam hari langit berubah sangat gelap. Terkadang, di antara siang dan malam, warnanya merah muda atau oranye. Dan ada hal-hal keren di atas langit. Matahari memberi kita panas dan cahaya. Ada planet yang mengelilingi matahari, dan kita hidup di salah satunya yang disebut Bumi," ceritanya.

Dari jawaban yang diberikan dr. Greene, dapat disimpulkan bahwa anak-anak tak membutuhkan penjelasan sebab-akibat secara saintis. Mereka hanya ingin perhatian Anda dan mendengarkan Anda bercerita tentang sesuatu yang ia tanyakan itu.

3 Ide Seru untuk Isi Akhir Pekan Bersama Anak Foto: Shutterstock

Jadi, tetap hadapi berbagai pertanyaan anak Anda dengan tenang dan sabar ya, Moms! Sebisa mungkin jawablah pertanyaan mereka agar si kecil merasa senang. Jika Anda tak menguasai atau belum tahu tentang jawaban apa yang mereka tanyakan itu, Anda dapat dengan jujur menjawabnya bahwa Anda tidak mengetahui akan hal tersebut.

Tapi, jangan lupa untuk memberitahunya bahwa Anda akan mencari informasi terlebih dulu atas pertanyaan yang diajukan anak. Atau Anda pun dapat meminta si kecil menemani mencari jawaban tersebut di berbagai sumber seperti internet atau buku. Sehingga hal ini juga dapat menumbuhkan motivasi si kecil untuk belajar.