Kumparan Logo

Anak Sering Marah Sampai Mengamuk, Orang Tua Harus Bagaimana?

kumparanMOMverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak marah sampai mengamuk  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak marah sampai mengamuk Foto: Shutterstock

Emosi adalah ungkapan perasaan yang dimiliki oleh setiap orang, termasuk anak. Sehingga seperti juga orang dewasa, bisa saja anak mengungkapkan perasaannya lewat senyuman, tawa, tangisan, atau kemarahan.

Ada juga, anak yang marah-marah sampai mengamuk! Misalnya marah dengan berteriak, memukul, hingga menolak bekerjasama. Wah, apakah hal ini terjadi pada si kecil?

Bila ya, Anda perlu tahu,masalah temperamen seperti ini kerap terjadi pada anak terutama di usia prasekolah. Penelitian menunjukkan meskipun puncak tantrum adalah anak pada usia satu sampai dua tahun, tapi masih banyak anak prasekolah yang tantrum. Bahkan lebih buruk lagi, ada juga yang sampai menunjukkan perilaku agresif seperti menendang atau memukul.

Apa yang harus dilakukan orang tua? Jangan biarkan Moms. Sebab jika sudah begini dapat berakibat buruk bagi perkembangan emosi anak. Apalagi jika Anda juga ikut emosi atau berbalik marah pada anak.

Bila anak sering marah sampai mengamuk, lebih baik coba ikuti tips dari Young Parents berikut ini:

Anak mengamuk Foto: Pixabay

1. Mencegah Anak Marah

Mencegah adalah hal terbaik yang bisa Anda lakukan daripada mengatasi amarah si kecil, Moms. Cobalah untuk berdiskusi dengan anak Anda ketika dia mulai marah. Latih si kecil dengan cara mengendurkan otot, berjalan ke ruangan yang berbeda untuk meredakan amarahnya. Namun sebelum itu, dia harus bisa mengenali sinyal-sinyal kapan dia akan marah. Misalnya tiba-tiba ototnya menegang, atau pernapasan menjadi cepat.

2. Beritahu Tentang Konsekuensi

Bicaralah pada si kecil tentang konsekuensi dari perilakunya tersebut. Jelaskan padanya bahwa amarah hanya akan membuatnya tidak bahagia, bahwa amarahnya bisa membuat adiknya ketakutan, dan sebagainya. Buat tautan langsung antara kemarahannya dan dampaknya pada orang lain.

3. Jangan Menyerah

Ya Moms, seorang anak yang lebih besar bisa melakukan ancaman ketika marah. Jadi teguhkan diri Anda, tidak peduli berapa banyak dia mengoceh, tahan godaan untuk menyerah dan menuruti tuntutannya atau sifat lekas marahnya.

Bagaimana bila anak berulah atau mengamuk di tempat umum? Tetaplah bersabar, jangan terpancing karena malu. Sebab ucapan kasar atau bentakan dari orang tua hanya akan menambah kesediha atau kekecewaan anak yang membuat amukannya tak akan mereda. Selamat mencoba!

*****

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu sesama. Yuk, bantu donasi sekarang!