Kumparan Logo

Anak Suka Berenang? Waspada Infeksi Moluskum Kontagiosum

kumparanMOMverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak berenang. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak berenang. Foto: Shutterstock

Berenang jadi salah satu aktivitas yang disukai banyak anak. Apalagi, jika si kecil memang punya ketertarikan sendiri terhadap air. Ia mungkin akan betah bermain berjam-jam di dalam kolam renang.

Tak hanya menyenangkan, berenang memang punya banyak manfaat untuk anak, terutama perkembangan kemampuan motoriknya. Namun di samping itu, lingkungan kolam renang yang tidak selalu bersih juga menimbulkan risiko masalah kesehatan untuk si kecil.

Ya Moms, ternyata air kolam renang bisa menjadi tempat penularan penyakit moluskum kontagiosum pada anak-anak.

Lantas, apa sebenarnya penyakit moluskum kontagiosum?

Penyakit Moluskum Kontagiosum yang Bisa Dialami Anak

Ilustrasi Moluskum Kontagiosum pada Anak. Foto: Shutterstock

Moms, moluskum kontagiosum adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus molluscum contagiosum. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada anak-anak usia 1-4 tahun. Hal ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. I.G.A.A Dwi Karmila, Sp.KK(K), FINDSDV, FAADV, seperti dikutip dari laman resmi Kemenkes RI.

Virus ini sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan penderita dan kontak tidak langsung melalui benda mati yang terkontaminasi virus. Penggunaan peralatan pribadi seperti handuk dan pakaian bersama bisa menyebarkan virus tersebut. Bahkan studi menunjukkan, penularan virus molluscum contagiosum bisa terjadi di kolam renang.

Infeksi virus ini tidak langsung menimbulkan gejala, sehingga ibu dan ayah mungkin tidak akan menyadarinya. Gejala biasanya baru muncul setelah 2 minggu hingga 6 bulan pasca infeksi.

Gejala umumnya adalah munculnya bintil bulat dengan permukaan mengkilap seperti mutiara. Bintil bisa muncul di semua area tubuh, tapi lebih sering pada kulit yang rentan gesekan terhadap pakaian atau lembab.

Kondisi ini mungkin tidak menimbulkan rasa sakit, tapi si kecil mungkin mengalami ketidaknyamanan termasuk gatal, perih, dan bengkak, seperti dikutip dari Kids Health.

Bagaimana Cara Mengatasinya?

Infeksi Moluskum Kontagiosum pada Anak. Foto: Shutterstock

Sebenarnya, penanganan penyakit ini tergantung pada seberapa parah kondisinya pada penderita. Pada infeksi atau bintil yang jumlahnya sedikit, dokter akan menyarankan untuk menunggu hingga bintil meradang, mengering, kemudian mengelupas dengan sendirinya. Tapi pada kasus yang parah, diperlukan pembedahan untuk mengeluarkan isi bintil.

Bintil yang pecah bisa menimbulkan penyebaran ke area kulit lain yang sehat. Oleh karenanya, penting untuk tidak menggaruk area bintil meski muncul rasa gatal. Selain itu, sebaiknya penderita menggunakan dua handuk saat mandi untuk mengeringkan kulit yang sakit dan sehat secara terpisah.

Jika anak suka berenang, sebaiknya pastikan orang tua memilih kolam renang dengan protokol kesehatan yang maksimal, terutama pemberian desinfektan yang rutin. Bekali anak dengan peralatan renang sendiri dan beri tahu untuk membilas tubuhnya hingga bersih setelah selesai.