Kumparan Logo

Anak Suka Makan Pedas, Haruskah Dilarang?

kumparanMOMverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak makan pedas. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak makan pedas. Foto: Shutter Stock

Cita rasa pedas dari masakan Indonesia memang sangat disukai banyak orang, tak terkecuali pada anak. Mungkin Anda adalah salah satu orang tua yang mengenalkan makanan pedas pada anak sejak dini ya, Moms. Tapi sebenarnya kapan waktu yang tepat untuk memperkenalkan rasa pedas pada anak?

Menurut ahli gizi, dr. Tan Shot Yen, semua itu tergantung pada kesiapan masing-masing anak, apakah alat cernanya sudah bisa menerima makanan pedas atau tidak. Namun, ia menyarankan untuk anak balita di bawah usia 2 tahun, sebaiknya bumbu tajam termasuk cabai jangan dulu diberikan.

Ilustrasi anak makan pedas. Foto: Shutter Stock

"Sebaiknya di bawah usia 2 tahun, bumbu tajam termasuk cabai jangan dulu ya. Karena kita konsentrasi dulu dengan makanan untuk tumbuh kembangnya di 1000 hari pertama kehidupannya," ujar dr. Tan saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (8/1).

Walaupun bumbu pedas seperti cabai yang mengandung capsaicin memiliki manfaat, seperti meningkatkan metabolisme tubuh, membakar lemak, dan menekan insulin, tapi bila dilihat dari kebutuhan anak, dr. Tan berpendapat belum terlalu diperlukan. Jika ingin mengambil zat antioksidannya, anak lebih baik mengonsumsi sayur atau buah lain yang tidak pedas.

Ilustrasi anak makan pedas. Foto: Shutter Stock

Lantas, bagaimana jika anak sudah ketagihan makanan pedas? Haruskah dilarang?

Rasa pedas, kata dr. Tan, sangat mungkin menambah nafsu makan anak. Sehingga dikhawatirkan, bisa memicu obesitas anak.

"Kalau terlalu banyak makan pedas, berisiko mual, muntah, dan menyebabkan nyeri lambuh, serta diare. Selain itu, rasa pedas itu menambah nafsu makan dan yang dimakan justru punya efek pencetus obesitas, misal, nasinya jadi nambah, gorengannya enggak bisa berhenti," kata dia.

Buat nasi goreng yang pedas. Foto: Shutterstock

Oleh sebab itu, dr Tan menyarankan, daripada makanan pedas, sebaiknya orang tua memperkenalkan makanan-makanan sehat yang berimbang. Biarkan anak bereksplorasi dengan rasa lainnya.

"Jadi dengan semakin kaya pengetahuan rasanya, tentu dia bisa melakukan rotasi dan variasi nantinya. Bukan terpatri pada (makanan) yang itu-itu saja," tutup dr. Tan.