Kumparan Logo

Anak Suka Melepeh Makanan, Kenapa Ya?

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penyebab Anak Suka Melepeh Makanan. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Penyebab Anak Suka Melepeh Makanan. Foto: Shutterstock

Masalah anak tidak mau makan atau melepeh kerap dijumpai orang tua. Sering kali aksi melepeh makanan itu membuat orang tua kebingungan. Padahal, anak melepeh makanan bisa jadi karena tekstur dari makanan itu sendiri lho, Moms.

Ahli gizi Dr Tan Shot Yen berpendapat, anak melepeh makanan atau melakukan gerakan tutup mulut (GTM), bisa jadi karena masalah tekstur makanan. Pada kondisi itu, anak ingin makanan dengan tekstur yang berbeda.

"Anak sudah enggak mau lagi makan bubur becek. Anaknya sudah mau makanan padat. Jadi harus bikin supaya konsistensinya padat tetapi masih halus. Itu adalah tahapan anak naik tekstur," ujar Dokter Tan di sela diskusi yang digelar 1000 Days Fund, Kamis (5/10).

Dokter Tan mengungkap, anak melepeh makanan juga bisa karena ia sedang sariawan. Karies pada gigi juga bisa membuat anak enggan makan.

Ia menyebut meski anak baru memiliki gigi dengan jumlah yang sedikit, harus disikat dengan pasta gigi mengandung flouride.

Gigi bayi. Foto: BonNontawat/shutterstock

Lalu bagaimana bila anak belum bisa berkumur?

Dokter Tan menuturkan, orang tua bisa membersihkan sisa sikat gigi pada anak dengan mengelap mulut mereka.

"Anaknya tidak bisa berkumur? Tidak usah dikumurin, tetapi cukup dilap dengan handuk hangat, air hangat," kata dia.

Merawat gigi, kata Dokter Tan, membuat anak tak akan rewel saat giginya tumbuh. Sebab, tidak terjadi infeksi akibat rongga mulutnya terjaga dengan baik sejak dini.

"Lalu kalau anak tukar gigi umur 6 tahun, 7 tahun, gigi susunya masih istimewa bukan penuh dengan karies. Anak yang dengan karies itu rentan tidak mau makan. Dan anak yang tidak mau makan dikira ibunya kurang vitamin," ujar Dokter Tan.

Sebelumnya, menurut penelitian yang dilakukan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) penyebab gerakan tutup mulut (GTM) diketahui karena perilaku makan yang tak benar atau pemberian makanan yang tidak sesuai usia. Keduanya menjadi penyebab terbesar dari aksi GTM.

IDAI menyebut seringkali hal ini terjadi sejak fase penyapihan atau waktu dimulainya pemberian makanan pendamping ASI (MPASI).

Menurut IDAI, pemberian makan yang benar harus memperhatikan beberapa hal seperti tepat waktu, kuantitas dan kualitas makanan, kebersihan penyiapan dan penyajian makanan. Menyesuaikan tekstur makanan dengan tahap tumbuh kembang anak juga jadi faktor yang berpengaruh.