Kumparan Logo

Anak Tantrum di Acara Resmi? Coba Terapkan Co-Regulation, Moms!

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
 Ilustrasi orang tua dan balita tantrum. Foto: MIA Studio/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi orang tua dan balita tantrum. Foto: MIA Studio/Shutterstock

Seorang ibu dengan akun Instagram @hilfilizzia membagikan momen ketika ia harus tetap tenang menghadapi anaknya yang sedang meluapkan emosi di tengah acara keluarga. Saat sang ayah mendapat tugas mengantar mempelai ke pelaminan dalam prosesi akad nikah, si kecil tiba-tiba ingin ikut berjalan bersama ayahnya.

Namun, karena situasi tak memungkinkan, keinginannya pun ditolak. Tak terima, anak itu langsung menangis di tengah keramaian. Dengan sigap, sang ibu membawanya ke kamar mandi untuk menenangkan diri.

instagram embed

Apa Itu Emotion Co-regulation?

Moms, menurut Psikolog Klinis Anak Rumah Dandelion, Rizqina Ardiwijaya, tindakan sang ibu dalam video di atas merupakan contoh dari emotion co-regulation. Yakni proses ketika anak yang belum mampu mengatur emosinya sendiri.

“Jadi mereka butuh meminjam ketenangan dari orang dewasa,” ujar Rizqina kepada kumparanMOM, Kamis (18/9).

Langkah-Langkah Menghadapi Anak yang Emosi

Ilustrasi orang tua dan balita tantrum. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua saat menghadapi anak tantrum di tempat umum:

1. Tenangkan Diri Sendiri Terlebih Dahulu

Anak akan merespons ekspresi dan energi dari orang tuanya. Jika kita tenang, anak merasa aman.

2. Validasi Emosi Anak

Sebaiknya, bukan memarahi atau menyuruh diam, tapi akui perasaannya. Misalnya, “Iya, sedih ya? Bunda tahu kamu sedih karena gak bisa ikut ayah.”

3. Berikan Ruang untuk Mengekspresikan Emosi

Anak boleh menangis, selama masih dalam batas wajar. Tapi ingatkan aturan mengekspresikan emosi, seperti: “Tidak teriak, tidak pukul, tidak lempar barang, ya.”

Ilustrasi orang tua dan balita tantrum. Foto: eggeegg/Shutterstock

4. Tawarkan Bantuan Sederhana

Misalnya, “Mau peluk? Mau minum? Atau mau duduk dulu sama bunda?” Namun, bila si kecil tetap ingin menangis saja tidak apa-apa.

5. Arahkan Kembali Setelah Tenang

Setelah tangis mereda, orang tua bisa arahkan anak untuk kembali ke aktivitas atau suasana yang lebih positif. Misalnya, “kalau sudah selesai nangis, kita bisa masuk lagi ya.”

“Kita juga bisa tawarkan untuk melanjutkan aktivitas yang tadi belum selesai atau aktivitas lain,” ucap Rizqina.

kumparan post embed