Kumparan Logo

Anak Terlihat Nakal Bisa Jadi Kurang Stimulasi, Ini Penjelasannya

kumparanMOMverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi anak nakal. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak nakal. Foto: Shutter Stock

Perilaku anak seperti memukul, mencubit, atau terlihat “galak” sering kali membuat orang tua refleks memberi label nakal. Padahal, di usia dini, terutama 1–3 tahun, anak sedang berada di fase belajar mengenali emosi sekaligus cara berkomunikasi.

Di tahap ini, mereka belum sepenuhnya mampu mengungkapkan perasaan dengan kata-kata, sehingga respons yang muncul bisa berupa tindakan fisik.

Fenomena ini juga kerap terlihat di media sosial, ketika anak menunjukkan perilaku agresif yang dianggap menggemaskan sekaligus mengkhawatirkan. Namun, penting dipahami bahwa di balik perilaku tersebut, bisa jadi ada kebutuhan tumbuh kembang yang belum terpenuhi.

Penjelasan Psikolog tentang Perilaku Anak

Ilustrasi anak balita bermain bersama. Foto: Shutter Stock

Psikolog klinis anak dan remaja, Jovita Maria Ferliana, M.Psi, menjelaskan bahwa perilaku seperti memukul atau mencubit tidak selalu berarti anak “nakal”.

Menurutnya, hal ini bisa berkaitan dengan kurangnya stimulasi proprioseptif, yaitu sistem dalam tubuh yang membantu anak mengenali posisi, gerakan, dan tekanan pada tubuhnya.

“Tapi ingat, tidak selalu soal sensorik. Bisa juga karena emosi dan komunikasi yang belum matang,” jelasnya.

Artinya, perilaku agresif pada anak bisa menjadi bentuk ekspresi dari kebutuhan yang belum terpenuhi, baik secara sensorik maupun emosional.

Tanda Anak Mungkin Kurang Stimulasi

Ilustrasi anak suka memukul. Foto: Thinkstock

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan orang tua, antara lain:

  • Terjadi sering dan intens

  • Membahayakan diri sendiri atau orang lain

  • Sulit dikendalikan

  • Tidak menunjukkan perkembangan

  • Disertai keterlambatan bicara atau interaksi

Dan untuk membantu memenuhi kebutuhan stimulasi anak, Anda bisa mengajak si kecil melakukan aktivitas berikut:

  • Mendorong atau menarik benda

  • Lompat-lompat

  • Animal walk (gerakan meniru hewan)

  • Bermain bantal atau playdough

Cara Merespons Perilaku Anak Tanpa Melabeli “Nakal”

Saat anak terlihat memukul atau bersikap jahil, sebaiknya hindari langsung memarahi atau memberi label negatif. Sebagai gantinya, Anda bisa mencoba cara berikut:

  • Tetap tenang dan tegas

  • Validasi perasaan anak, misalnya: “Kamu lagi marah ya?”

  • Arahkan ke alternatif yang lebih aman, seperti: “Pukul bantal saja, ya”

  • Konsisten tanpa membentak

Pada akhirnya, memahami kebutuhan anak adalah kunci utama dalam mendampingi tumbuh kembangnya. Dengan respons yang tepat, anak bisa belajar mengekspresikan emosi dengan cara yang lebih sehat.